Hippocrates, Bapak Kedokteran Dunia: untuk Tetap Menjadi Sehat, Cukup Berendam Air Berbau Aromatik

Senin, 30 Desember 2024 20:15
Hippocrates, bapak kedokteran dunia. Foto: tangkapan layar

HELOINDONESIA.COM -Perawatan dengan memanfaatkan minyak atsiri untuk herbal dan aromaterapi dalam meningkatkan well being manusia.

Prof Mangestuti, seorang ahli di bidang herbal mengatakan perlu sekali kita memanfaatkan tanaman-tanaman herbal yang ada di sekitar

"Negara kita terkenal dengan berbagai macam jenis tanaman herbal yang luar biasa," ujar praktisi Indonesia Wellness Master Association (IWMA) seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Senin (30/12/2024) malam.

Diketahui Prof Mangestuti menjadi salah satu ahli yang menemukenali 15 Etnaprana atau budaya kesehatan dan kebugaran berbasis etnis yang saat ini sudah masuk ke dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional atau SKKNI untuk bidang spa wellness.

Baca juga: Mutasi: Kabidhumas Umi, Dirbinmas Anang, Kapolresta Abdul Waras

"Satu hal yang saya sukai dari aromaterapi itu herbalnya cantik-cantik, baunya sangat menyenangkan. Sehingga saya sangat yakin bisa membantu untuk mendapatkan keadaan kesejahteraan (well being) kesehatan manusia dengan cara yang menyenangkan," paparnya.

Dia berharap, aromaterapi yang berasal dari banyak tanaman herbal bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kesehatan manusia.

Prof Mangestuti mengutip quote dari Hippocrates, bapak kedokteran dunia. Dengan jelas dia menyatakan bahwa untuk bisa menjadi sehat cukup berendam dengan air berbau aromatik berasal dari herbal aromatik maupun pijat aromatik.

"Bayangkan Hippocrates itu dari abad keberapa itu sudah menyatakan demikian. Jadi mudahnya cara kita untuk mendapatkan keadaan sehat. Nah, sekarang yang jadi pertanyaan apa pandangan orang tentang aromaterapi? Aromaterapi berasal dari kata aroma dan terapi," ujarnya.

Baca juga: Premier League 2024-2025 : Manchester United vs Newcastle United, Dimulai Pukul 03.00 WIB

Menurutnya , terapi itu sebenarnya secara umum adalah pengobatan.

"Tapi sebenarnya saya ingin sekali menyatakan bahwa enggak perlu harus memandangnya sebagai obat.Tapi memang berdefinisi dikatakan bahwa aromaterapi ini bisa masuk sebagai bagian dari pengobatan komplementer, pengobatan alternatif dari membantu pengobatan utama, misalnya obat dokter," urainya.

Prof Mangestuti pun menceritakan pengalamannya saat melihat seorang pasien di ICU rumah sakit yang minta dipijat aromaterapi karena mengalami insomnia atau tidak bisa tidur.

Jadi, lanjutnya, aromaterapi ini merupakan bentuk perawatan variatif yang digunakan.

Baca juga: Andai Terpilih Megawati Tidak Bisa Mengikuti V-League All-Star Game, Ini Alasan KOVO

Kalau merujuk pada istilah aromaterapi, pasti yang digunakan adalah minyak dari tanaman yang berbau harum, berbau spesifik namanya minyak Atsiri atau essential oil.

"Baunya pasti spesifik ya, saya tidak berani mengatakan harum. Seperti minyak pala, banyak orang enggak suka ya. Baunya tidak harum. Tapi minyak pala baunya sangat bagus untuk mengatasi insomnia," ungkapnya.

Namun demikian, Prof Mangestuti menegaskan bahwa pemakaian sejak awal dari minyak-minyak atau herbal aromaterapi itu memang untuk relaksasi.

"Dia bisa menimbulkan rasa nyaman, rasa sejahtera dan oleh karena itu bisa menyembuhkan.Menyembuhkan dalam hal ini bisa pasti Dalam hal psikis kemudian akan berdampak pada fisik," ungkapnya.

Baca juga: 4R, Prinsip Tata Kelola Sampah Perkotaan

Jadi, imbuhnya, herbal aromatik akan menghasilkan minyak atsiri atau essential oil yang bisa menciptakan hubungan yang baik antara kita dengan diri kita, maupun kita dengan alam sekeliling.

"Nah yang jadi pertanyaan, dari mana sebetulnya mengetahui atau memulai menggunakan herbal aromatik ini untuk bagian dari budaya kita. Kita masih ingat bagaimana ibu-ibu kita itu menyebarkan bunga melati di tempat tidur, di dalam lemari pakaian.Untuk apa sebetulnya? Banyak sekali macam-macamnya, di antaranya begitu rasa senang dan rasa rileks," tandasnya.

Berita Terkini