HELOINDONESIA.COM - Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) Tahun Anggaran 2024 (audited) menuai kritik tajam dari publik. Sejumlah alokasi dana dinilai tidak proporsional, dengan porsi besar terserap untuk belanja birokrasi ketimbang kebutuhan masyarakat.
Salah satu kritik paling mencolok datang dari mantan penyanyi cilik yang kini aktif di media sosial, Leony Vitria Hartanti. Melalui akun Instagram pribadinya, @leonyvh, ia menyoroti berbagai pos anggaran yang dianggap janggal dan membengkak.
Leony menyebut, anggaran program penunjang urusan pemerintahan daerah menyedot dana hingga Rp2 triliun, sementara belanja pegawai untuk ASN, DPRD, dan pegawai BLUD mencapai Rp1,26 triliun. Tak kalah mengagetkan, belanja alat tulis kantor (ATK) tercatat Rp38 miliar, naik dari Rp36,88 miliar pada 2023.
“Bahkan untuk kertas dan cover kegiatan kantor saja sampai Rp6,75 miliar, padahal tahun lalu Rp6,54 miliar,” tulis Leony dalam unggahannya.
Tak hanya itu, anggaran cendera mata dan konsumsi rapat juga menjadi sorotan. Dana untuk cendera mata disebut mencapai Rp20,48 miliar, melonjak tajam dari Rp13,48 miliar tahun sebelumnya. Sementara biaya makan dan minum rapat menembus angka Rp60,28 miliar, naik signifikan dari Rp50 miliar.
“Ini angka-angka yang sulit dipahami publik, apalagi kalau dibandingkan dengan alokasi untuk kepentingan warga yang jauh lebih kecil,” imbuhnya.
Infrastruktur dan Bansos Kian Menciut
Kritik makin tajam ketika melihat alokasi anggaran untuk infrastruktur dan kesejahteraan sosial. Pemeliharaan jalan, jaringan, dan irigasi hanya dialokasikan Rp731,59 juta, merosot dari Rp1,67 miliar tahun 2023. Sedangkan bantuan sosial (bansos) tercatat hanya Rp136,42 juta.
Padahal, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangsel, tingkat kemiskinan pada 2024 mencapai 2,36 persen dari total 1,39 juta penduduk.
Respons Wali Kota
Menanggapi sorotan tersebut, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyatakan tengah mengumpulkan data teknis dari organisasi perangkat daerah (OPD) sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.
“Saya lagi minta datanya dulu ke OPD teknis,” ujar Benyamin saat dikonfirmasi, Senin (22/9/2025).
Politikus Partai Gerindra itu juga menegaskan bahwa Pemkot Tangsel telah mempublikasikan laporan anggaran secara terbuka melalui situs resmi www.tangerangselatankota.go.id.
“Ini bentuk keterbukaan informasi. Warga bisa langsung mengakses dan memelototi anggaran yang ada,” ujarnya.
Tuntutan Transparansi dan Evaluasi Prioritas
Pengamat kebijakan publik menilai, sorotan ini menjadi momentum bagi Pemkot Tangsel untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prioritas anggaran. Belanja birokrasi yang membengkak disebut berpotensi mengorbankan sektor-sektor strategis seperti pelayanan publik, infrastruktur dasar, hingga program pengentasan kemiskinan.
Publik kini menanti tindak lanjut nyata dari Pemkot Tangsel dalam merespons kritik yang mengemuka, baik di media sosial maupun di ruang-ruang diskusi warga.
