Kepemimpinan Mirza, BAZNAS Lampung Catat Rekor Tertinggi Zakat

Kamis, 2 April 2026 08:55
Gubernur Mirza memberi teladan sekaligus turut mendukung kesadaran masyarakat agar menitipkan zakatnya ke Baznas Lampung (Foto Dokumen Baznas Lampung) HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Di bawah kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung mencatatkan rekor tertinggi dalam pengumpulan zakat pada tahun 2026.

Hingga tiga bulan pertama tahun ini, BAZNAS Lampung berhasil menghimpun zakat fitrah sebesar Rp842.260.000 dan zakat mal mencapai Rp3,181 miliar.

Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Iskandar, mengatakan capaian tersebut menjadi lompatan signifikan dalam enam tahun terakhir (2020–2026). Untuk zakat fitrah saja, terjadi peningkatan sebesar 53,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp548.392.839.

“Tahun 2026 baru berjalan tiga bulan. Artinya masih ada sembilan bulan ke depan untuk mengejar target pengumpulan dari BAZNAS RI sebesar Rp120 miliar,” ujar Iskandar kepada Heloindonesia.com, Rabu (1/4/2026).

Tak hanya zakat fitrah, pengumpulan zakat mal juga menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Pada 2024, zakat mal tercatat sebesar Rp668,8 juta, kemudian meningkat menjadi Rp2,783 miliar pada 2025, dan kembali melonjak menjadi Rp3,181 miliar pada 2026 (hingga Maret).

PENGARUH MIRZA

Iskandar mengakui, peningkatan ini tidak lepas dari dukungan Gubernur Lampung, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.

“Dukungan Gubernur serta meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi faktor penting. Di sisi lain, BAZNAS juga terus memperbaiki kinerja dan pelayanan kepada mustahik,” jelasnya.

Ia menambahkan, keteladanan para pemimpin memiliki pengaruh besar dalam mendorong masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya dan akuntabel.

“Keteladanan pemimpin terbukti lebih efektif dibandingkan kampanye dalam meningkatkan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Iskandar juga memaparkan perkembangan pengumpulan zakat fitrah sejak pertama kali dibukukan pada 2020. Saat itu, penghimpunan tercatat sebesar Rp339,1 juta, kemudian meningkat menjadi Rp473,4 juta pada 2021.

Memasuki periode 2022 hingga 2024, angka pengumpulan cenderung stabil di kisaran Rp415 juta hingga Rp424 juta. Kondisi ini menunjukkan adanya basis muzaki yang tetap dan solid selama tiga tahun berturut-turut.

Namun, lonjakan signifikan terjadi dalam dua tahun terakhir. Pada 2025, pengumpulan meningkat menjadi Rp548,3 juta, dan pada 2026 melonjak tajam menjadi Rp842,2 juta.

Secara keseluruhan, sejak 2020 hingga 2026, pertumbuhan zakat fitrah telah mencapai lebih dari 148 persen. Hal ini mengindikasikan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS serta semakin luasnya jangkauan sosialisasi lembaga.

Seiring dengan peningkatan penghimpunan, penyaluran zakat juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2026, total dana zakat yang disalurkan kepada mustahik mencapai Rp3,49 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian ini menjadi fondasi kuat bagi BAZNAS Lampung untuk terus mengoptimalkan pengelolaan dana umat agar memberikan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.

Presiden Prabowo ikut pula menggairahkan pengumpulan zakat ke Baznas Nasional

Pengumpulan Zakat Istana Catat Rekor Nasional

Sementara itu, dari tingkat nasional, BAZNAS RI juga mencatat capaian bersejarah dalam pelaksanaan Zakat Istana 2026 bertema “Zakat Menguatkan Indonesia”.

Kegiatan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), berhasil menghimpun zakat lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki yang terdiri dari pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur TNI.

Secara tren, penghimpunan zakat dari pejabat negara melalui BAZNAS terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Pada 2022 tercatat Rp636,2 juta, meningkat menjadi Rp753,5 juta pada 2023, lalu Rp1,088 miliar pada 2024.

Pada 2025 kembali naik menjadi Rp2,04 miliar, dan pada 2026 melonjak hingga Rp4,345 miliar.
Sejumlah tokoh nasional yang turut menunaikan zakat melalui BAZNAS antara lain Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta para menteri kabinet seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, Pratikno, Raffi Ahmad, Erick Thohir, Muhaimin Iskandar, Bahlil Lahadalia, Tito Karnavian, hingga Panglima TNI Agus Subianto.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas konsistensi para pemimpin negara dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS.

“Selain meningkatkan penghimpunan zakat, dukungan ini juga memberikan kekuatan moral bagi kami dalam mengelola zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menegaskan, capaian tertinggi dalam 11 kali penyelenggaraan Zakat Istana ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pengelolaan zakat nasional ke depan.

Menurutnya, potensi zakat di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi instrumen strategis dalam mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Partisipasi para pejabat negara menunjukkan bahwa zakat semakin dipandang sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi nasional,” tutupnya. (Rls/HBM)

Berita Terkini