Helo Indonesia

Politik Kedaulatan Pangan untuk Kepemimpinan Nasional yang Menyejahterakan Rakyat

Ajie - Lain-lain
Minggu, 1 Oktober 2023 15:32
    Bagikan  
Politik Kedaulatan Pangan untuk Kepemimpinan Nasional yang Menyejahterakan  Rakyat

Firman Jaya Daeli berpose bersama Mahfud MD

HELOINDONESIA.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyelenggarakanperhelatan politik agung rakyat dalam bentuk Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-4 dengan mengusung tema "Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat" ; dan Sub Tema : "Pangan Sebagai Lambang Supremasi Kepemimpinan Indonesia bagi Dunia" di Jakarta 29 September hingga 1 Oktober 2023.

Penetapan Tema dan Sub Tema tersebut semakin menunjukkan dan memastikan posisi ideologis strategis visioner misioner PDIP dan orientasi politik ekonomi sosial kultural PDIP terhadap Indonesia, terutama dan terkhusus untuk Kesejahteraan Rakyat.

Baca juga: Polda Jateng Gagalkan Upaya Penyalahgunaan Distribusi Pupuk Subsidi

Posisi dan orientasi tersebut merupakan dan menjadi doktrin utama, misi suci, komitmen dasar, tekad luhur mulia PDIP. Intisarinya adalah untuk senantiasa dan semakin menyatu dan bersama dengan amanat penderitaan dan aspirasi perjuangan rakyat Indonesia.

Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum PDIP Prof Dr (HC) Hj Megawati Soekarnoputri menyampaikan Pidato Politik sekaligus membuka keseluruhan kegiatan Rakernas, yang berlangsung pada hari Jumat, tanggal 29 September 2023, di Gedung JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jakarta.

Presiden ketujuh yang juga politisi senior terbaik PDIP Joko Widodo menyampaikan sambutan. Sebelumnya calon Presiden (Capres) Kedelapan RI yang juga politisi senior terbaik PDIP Ganjar Pranowo juga memberikan sambutan.

Baca juga: Ganjar Beri Ruang Anak Muda untuk Jadi Jurkam Pilpres

Pidato politik dan kata sambutan dari ketiga pemimpin Indonesia tersebut, secara ideologis konstitusional kerakyatan, memiliki atmosfer ideologis politik ekonomi sosial kultural kedaulatan pangan. Juga atmosfer ideologi nilai-nilai Pancasila dan doktrin prinsip-prinsip keutamaan politik kedaulatan pangan untuk kesejateraan rakyat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Ada sejumlah tamu kehormatan dalam perhelatan itu, diantaranya Wapres KH Ma'ruf Amin, Ketua DPR-RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, Ketua DPP PDI Perjuangan Prananda Prabowo, Sekretaris Kabinet RI yang juga mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan Pramono Agung Wibowo, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Selain itu, Ketum PPP Mardiono, Ketum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo. Selanjutnya Menteri Koordinator Polhukam RI Mahfud Md, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno, Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) yang juga Komisaris Utama Pertamina dan mantan Gubernur DKI Jakarta.

Pada deretan hadirin tampak Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) RI Jenderal Pol (Purn)Budi Gunawan, Menteri Agraria dan Tata Ruang RI / Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI Marsekal TNI Purn Hadi Tjahjanto yang juga mantan Kepala Staf TNI AU (KSAU) dan Panglima TNI, mantan Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Purn. Bernard Kent Sondakh.

Baca juga: Jokowi Diusulkan Jadi Ketum PDIP Gantikan Megawati, Ini Tanggapan Hasto


Kemudian Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo : Arsjad Rasjid yang juga Ketua Umum Nonaktif Kadin, Wakil Ketua TPN Ganjar Pranowo Jenderal TNI (purn) Andika Perkasa yang juga mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) dan Panglima TNI, Wakil Ketua TPN Ganjar Pranowo : Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono yang juga mantan Wakil Kapolri.
Ada Ketua DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini (Menteri Sosial RI), Ketua DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga (Anggota DPR-RI), Ketua DPP PDI Perjuangan Sri Rahayu (Anggota DPR-RI), Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Sadarestuwati (anggota DPR-RI).

Menyeluruh

Kedaulatan pangan adalah salah satu hakikat dari kedaulatan bangsa Indonesia. Makna ideologis, politis, ekonomis, historis, dan sosiologis dari kedaulatan pangan adalah karena merefleksikan, menunjukkan, mengarahkan, dan memastikan perihal ideologi politik kedaulatan bangsa.

Ideologi politik tersebut sangat berbasis dan amat berintikan pada kualitas dan integritas kedaulatan pangan secara mendasar dan menyeluruh. Pemaknaan tersebut juga senantiasa berbasis dan semakin berintikan pedaulatan pangan ketika ditegakkan pemikirannya dan penyelenggaraannya secara otentik dan konkret di Indonesia.

Keseluruhan ekosistem, infrastruktur, dan suprastruktur kedaulatan pangan pada dasarnya harus senantiasa menumbuhkan dan semakin mengukuhkan setiap dan semua hal inti materi pemikiran dan anatomi pengorganisasian kedaulatan pangan.
Kebijakan ideologis strategis dan agenda politik ekonomi dan sosial kultural dari kedaulatan pangan, diletakkan, dipahami, dijiwai, dan dibangun dalam konteks dan dalam kerangka prinsip utama mendasar dan menyeluruh.

Baca juga: Ini Kata Puan Soal Rencana PBB Pinang Gibran Jadi Cawapres Prabowo

Konteks dan kerangka tersebut adalah : Berdaulat dalam politik , berdikari secara ekonomi , berkepribadian dalam Kebudayaan. Prinsip Trisakti tersebut merupakan sebuah dan serangkaian gerakan ideologis politik yang bersifat utuh dan berkaraker sistemik. Untuk kemudian pada dasarnya saling menguatkan dan memaknai.

Kedaulatan pangan adalah politik berkedaulatan bangsa di bidang pangan yang merupakan pemikiran dan pembumian ideologi keberdikarian secara (Dalam) ekonomi. Perihal tersebut juga sesungguhnya berkaitan dan berintikan dengan pemikiran dan penguatan dari ideologi keberdaulatan dalam politik, dan ideologi keberkepribadian dalam kebudayaan.

Atmosfer menyeluruh dan mendasar kedaulatan pangan adalah pernyataan dan penjelmaan ideologis dari nilai-nilai Pancasila, pernyataan dan penjelmaan konstitusional dari amanat dan ketentuan UUD NRI Tahun 1945. Juga pernyataan dan penjelmaan kerakyatan dari prinsip Negara Indonesia Berkedaulatan Rakyat.

Narasi kunci pidato Megawati Soekarnoputri beserta narasi Jokowi serta konstruksi, substansi, dan elaborasi kata sambutan Ganjar Pranowo, pada dasarnya mengingatkan dan memastikan doktrin tunggal. Bahwa doktrin tersebut mengarahkan agar semua civitas dan elemen kepartaian, kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan Indonesia untuk kembali kepada "Sumber".

Baca juga: Ganjar Siap Kompromi dengan Siapa pun, Kecuali dengan Koruptor

Narasi Pemilu beserta substansi dan kualifikasi kepemimpinan naasional NKRI (Presiden RI) kini dan ke depan - harus meyakinkan, menunjukkan, dan memastikan untuk senantiasa aspiratif, inspiratif, dan konektif. Artinya konektif dengan rakyat, kerakyatan, kedaulatan rakyat, ideologi Pancasila, dan Konstitusi UUD NRI Tahun 1945 sebagai "Sumber Bersama".

Dalam konteks dan kerangkat tersebut, sambutan Ganjar Pranowo memiliki akar basis kuat dan mempunyai arah tujuan jelas bagi keindonesiaan. Isinya sangat visioner, misioner, programatis, strategis, taktis. Selian itu papaparannya terencana, teratur, terukur, terarah, rasional, logis. Juga mengandungi dan memiliki sikap dan watak ideologis kerakyatan yang responsif, aspiratif, akomodatif, efektif, dan produktif atas perjuangan dan pergerakan total bagi kedaulatan pangan.

Figur Ganjar Pranowo merupakan dan menjadi figur jawaban atas "pintu jendela jalan keluar" untuk menyinari dan menerangi ideologi politik ekonomi sosial kultural kedaulatan pangan, kedaulatan bangsa, Trisakti , dan Indonesia.
Ganjar Pranowo adalah figur tanggapan dan jawaban yang otentik dan konkret terhadap negara Pancasila yang demokratis dan konstitusional untuk masa kini dan masa depan kepemimpinan nasional NKRI.

Megawati Soekarnoputri dan Jokowi mendukung seluruhnya dan mempercayakan sepenuhnya perihal tersebut kepada Ganjar Pranowo. Rakyat Indonesia sangat berkedaulatan, berhak, dan berkesempatan untuk menegakkan dan mengukuhkan Politik kedaulatan pangan untuk kesejahteraan rakyat melalui nantinya kepemimpinan nasional NKRI kepada Ganjar Pranowo.

Penulis, mantan Ketua DPP PDI Perjuangan dan anggota MPR-RI & anggota DPR-RI