Helo Indonesia

Bukan Cuma Anak Kecil, Mahasiswa Pariwisata USM Pun Kepincut Uniknya Arum Manis Karakter di CFD Semarang

6 jam 51 menit lalu
    Bagikan  
Bukan Cuma Anak Kecil, Mahasiswa Pariwisata USM Pun Kepincut Uniknya Arum Manis Karakter di CFD Semarang

Mahasiswi USM saat membeli arum manis di arena CFD Semarang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pedagang Arum Manis di Jalan Imam Bardjo Pleburan, Semarang diserbu pembeli pada MInggu 5 Juli 2026.

Pembeli yang rata-rata anak-anak dan remaja itu menyukai rasanya yang manis, bentuknya yang lucu serta dan harganya terjangkau.

Di antara pembeli, terdapat sejumlah mahasiswa jurusan Pariwisata Universitas Semarang (USM) yang membeli arum manis berbentuk boneka lucu.

Baca juga: Populer di Kafe-kafe Moderen, Fizzy Moctail Penghilang Dahaga Paling Sempurna

Mereka ternyata mendapat tugas mata kuliah Jurnalistik Pariwisata yang diampu dosen Dr Yuliyanto Budi Setiawan SSos MSi.

''Saya beli Arum Manis karena bentuknya boneka lucu banget. Sekalian saya tanya-tanya ke pedagangnya tentang pengalaman selama jualan Arum Manis di area CFD.

Salah satu pedagang Arus Manis di area CFD Semarang, Siti Fatonah mengaku telah berjualan Arum Manis selama 3 tahun. Dia memilih di area CFD karena banyak anak-anak dan remaja yang setiap hari Minggu berolahraga dan jalan-jalan pagi di sekitar CFD Simpanglima.

''Jualan di sini menguntungkan karena belum banyak yang jualan Arum Manis. Anak-anak menyukai Arum Manis karena bentuknya lucu. Selain itu biasanya kan anak-anak suka jajanan yang manis-manis,'' katanya.

Menurutnya, pada saat ramai pembeli, dagangannya habis sebelum pukul 09.00 WIB. Dia menjual harga satu bungkus kembang gula yang ukuran besar Rp 25.000, sedangkan yang ukuran biasa Rp 20.000.

''Alhamdulillah, jualan hari ini cukup ramai pembeli, sehingga sebelum pukul 09.00 WIB dagangan sudah habis,'' ujarnya.

Menurutnya, selain jualan di area CFD setiap hari Minggu, dia setiap hari juga jualan di rumah. Dia akan terus menekuni sebagai penjual Arum Manis untuk menambah penghasilan keluarga.

''Saya berharap, jualan saya ramai terus, sehingga bisa menambah pemasukan penghasilan. Biaya retribusi di sini cukup mahal, kalau bisa biaya retribusi jangan terlalu mahal biar meringankan para pedagang kecil,'' ungkapnya. (Aji)