HELOINDONESIA.COM - Lagu kolaborasi antara Rosé BLACKPINK dan Bruno Mars, "APT", sukses besar di berbagai tangga lagu dunia.
Namun, di balik popularitasnya, lagu ini justru masuk dalam daftar lagu yang "dilarang" didengar oleh siswa di Korea Selatan. Mengapa demikian? Mari kita bahas lebih lanjut.
Fenomena "Lagu Terlarang" di Korea Selatan
Di Korea Selatan, terutama menjelang ujian nasional, sering muncul istilah "lagu terlarang". Lagu-lagu yang masuk dalam kategori ini biasanya memiliki ciri-ciri yang sangat adiktif, dengan melodi yang mudah diingat dan ritme yang catchy. Akibatnya, lagu-lagu ini dianggap dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa.
Baca juga: Regional 7 Catat Kinerja Terbaik se PTPN I Supporting.Co
Mengapa "APT" Masuk Daftar "Lagu Terlarang"?
Melodi yang Sangat Catchy: Salah satu alasan utama "APT" dilarang adalah karena melodi dan ritme lagunya yang sangat mudah diingat dan sangat catchy. Melodi yang berulang-ulang dan irama yang menyenangkan membuat lagu ini sulit dilupakan dan dapat mengganggu fokus saat belajar.
Lirik yang Menarik Perhatian: Lirik lagu "APT" juga dianggap cukup menarik perhatian dan dapat membuat siswa teralihkan dari pelajaran.
Populeritas yang Sangat Tinggi: Popularitas lagu "APT" yang sangat tinggi membuat lagu ini sering diputar di berbagai tempat, termasuk di sekolah atau tempat belajar siswa. Hal ini membuat siswa sulit untuk menghindari lagu ini.
Reaksi penggemar terhadap larangan ini beragam. Ada yang menganggap larangan ini sebagai sesuatu yang wajar karena memang lagu "APT" sangat adiktif.
Namun, ada juga yang merasa bahwa larangan ini terlalu berlebihan dan membatasi kebebasan mendengarkan musik.
Fenomena larangan lagu "APT" bagi siswa Korea Selatan menunjukkan betapa besar pengaruh musik terhadap kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda. Meskipun demikian, penting bagi siswa untuk dapat membagi waktu antara belajar dan bersenang-senang. Dengan kata lain, mendengarkan musik kesukaan tidak masalah, asalkan tidak mengganggu aktivitas belajar.