Helo Indonesia

Dokter Puskesmas di Lampung Barat Dianiaya, Dewan Usul Ada Securiti di Tiap Faskes

Helo Indonesia - Nasional
Kamis, 27 April 2023 16:37
    Bagikan  
Dokter Puskesmas di Lampung Barat Dianiaya, Dewan Usul Ada Securiti di Tiap Faskes
istimewa

Edy Wuryanto, anggota Fraksi PDIP di Komisi IX DPR.

HELOINDONESIA.COM -Terjadinya penganiayaan dokter Puskesmas Pajar Bulan, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, Lampung, terus mendapat perhatian dari anggota Dewan di DPR. Terlebih penganiayaan terjadi saat Idul Fitri, Sabtu 22 April lalu.

Yang menjadi korban adalah seorang dokter yang Bernama dr Carel Triwiyono di Puskesmas Pajar Bulan tersebut. Terkait kejadian penganiayaan dokter Puskesmas Pajar Bulan, Lampung Barat tersebut, kalangan Dewan di Komisi IX mengusulkan agar ada securiti di tiap Faskes (Fasilitas Kesehatan).

Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto mendapat informasi bahwa ada dua dokter magang (internship) yang mengalamai kekerasan. Oleh karena itu, dia mengusulkan adanya tenaga sekuriti atau satpam di tiap Fasilitas Kesehatan (Faskes).

Selain usul tersebut, dia meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku penganiayaan dokter di Lampung Barat tersebut. Sebab, kasus penganiayaan dokter bukanlah kali pertama terjadi terhadap tenaga medis di daerah.

Dengan adanya pengamanan dari securiti di tiap faskes diharapkan dapat mengantisipasi kejadian buruk di ruang perawatan. Edy Wuryanto menegaskan, tenaga Kesehatan berhak mendapatkan perlindungan hukum dalam menjalankan tugasnya.

"Soal keamanan didasari ketentuan Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang menyatakan, tenaga Kesehatan berhak mendapatkan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugasnya,” ujar Edy dalam keterangan, Kamis 27 April.

Edy Wuryanto  menegaskan, perlindungan dokter dan tenaga kesehatan harus menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, pemerintah pusat dan daerah perlu menangkal kejadian yang membahayakan tenaga kesehatan yang bertugas.

Menurut anggota Fraksi PDIP ini, kejadian di Puskesmas Panjar Bulan bukan yang pertama yang dialami oleh tenaga kesehatan yang mengabdi. Edy mencontohkan kasus meninggalnya dokter Mawarti Susanti yang berpraktik di Kabupaten Nabire, Papua.

“Jika masalah seperti ini (penganiayaan dokter) terus terjadi, maka jadi preseden buruk bagi penempatan dokter untuk pemerataan akses layanan kesehatan,” tegasnya sembari mengatakan pentingnya ada securiti di tiap faskes.

Dia mengatakan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan bahwa kejadian terjadi penganiayaan dokter Puskesmas di Lampung Barat itu terjadi pada Sabtu dini hari, pukul 05.20 WIB.

Kedua dokter yang saat itu sedang tugas jaga, diserang oleh pasien dan keluarganya. Akan tetapi, korban baru melapor ke Polres Lampung Barat pada sore atau malam harinya karena masih dalam kondisi syok dan ada yang melaporkan juga mereka sempat diancam dengan keras.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menarik dan memindahtugaskan dua dokter  magang yang jadi korban penganiayaan pasien di Puskesmas Fajar Bulan, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, Lampung. Kedua dokter dipindah ke daerah fasilitas kesehatan di Liwa, satu jam dari Fajar Bulan. (*)

(A Winoto)