Helo Indonesia

Mancing, 2 Tewas: PHL BPKAD di Way Bungur dan Warga di Way Rarem

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
1 jam 26 menit lalu
    Bagikan  
TEWAS
HELO LAMPUNG

TEWAS - Ilustrasi terpeleser saat mancing ikan (AI Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Lagi, dua warga tewas gara-gara pergi mancing ikan. Korban pertama pegawai harian lepas (PHL) BPKAD Kabupaten Lampung Timur dan korban kedua warga Desa Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Timur.

Korban pertama bernama Eko Yulianto, PHL cleaning service BPKAD Lamtim. Dia tewas di tanggul pinggir Way Bungur, Kecamatan Waybungur, Selasa (5/5/2026) dini hari. Saat ditemukan warga, tubuhnya sudah kaku dan dalam posisi tengkurap di pinggir sungai pada Selasa (5/5/2027), pukul 10.28 WIB.

Korban kedua bernama Sodri bin Huro (46), warga Desa Ogan Lima yang hilang diduga tenggelam di Bendungan Way Rarem, Pulau Kedaton, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Selasa (5/5/2027) dini hari.

Keduanya sama-sama izin akan memancing ikan. Eko Yulianto pergi memancing Senin (4/5/2026) sore. Sodri juga berangkat memancing pada Senin (4/5/2026) sore, kata Abdul Karim, warga sekampungnya.

Namun hingga malam dan pagi harinya, mereka tidak kunjung kembali ke rumah dan tidak bisa dihubungi, sehingga keluarga dan kawannya cemas. Mereka kemudian memberi tahu aparat kepolisian dan mencari korban ke lokasi.

Menurut Kapolsek Waybungur, Iptu Risma Wati, Bhabinkamtibmas yang menemukan korban pada Selasa (5/5/2027), pukul 10.28 WIB. Ciri-ciri orang yang ditemukan sesuai dengan informasi orang yang dilaporkan hilang.

Aparat kepolisian tidak menemukan tanda-tanda tindak kriminal atau perampokan. Sepeda motor yang dikendarai korban serta barang-barang bawaannya diketahui masih lengkap dan tidak ada yang hilang.

Sodri bin Huro hingga Selasa (5/5/2027), pukul 08.00 WIB belum ditemukan warga, aparat Polsek Abung Tengah, dan BPBD Lampung Utara. Mereka telah menyisir sungai sejak subuh. BPBD Lampung Utara menurunkan Tim SAR dengan perahu karetnya.

Di lokasi tepi bendungan, ada sepeda motor korban, pisau, tas berisi pakaian, nasi, air minum, tapi serta plastik buat menyimpan pakaian. Warga menduga korban terpeleset ke dalam Bendungan Way Rarem.

Kejadian ini tak cuma kali ini, gara-gara yang sama, beberapa pemancing dan penangkap ikan ditemukan tewas. Penyebab umum terpeleset di sungai/dermaga, tidak bisa berenang, perahu terbalik dihantam ombak, mancing di lokasi berarus kuat atau berombak tinggi.

Daftar Korban Tewas Saat Mencari Ikan di Lampung

Januari 2026, seorang remaja usia 19 tahun tewas tenggelam saat memancing di Sungai Way Sekampung, Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Jasad korban ditemukan tim SAR sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan jatuh ke sungai.

Oktober 2024, seorang pemuda usia 24 tahun tewas tenggelam saat memancing di area dermaga PLTU Sebalang, Kabupaten Lampung Selatan. Korban diduga terpeleset sebelum akhirnya hilang terseret arus.

Tahun 2023, dua pemancing dilaporkan tewas setelah perahu yang mereka gunakan dihantam ombak saat melaut di Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran.
Masih di 2023, seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di aliran Sungai Way Seputih, Lampung Tengah. Pencarian berlangsung selama dua hari sebelum jasad korban ditemukan tersangkut di tepian sungai.

Tahun 2022, seorang pemancing di wilayah Pesisir Barat dilaporkan tewas setelah terseret ombak saat mencari ikan di pantai terbuka. Kondisi gelombang tinggi saat itu diduga menjadi penyebab utama kecelakaan.

Pada 2021, insiden serupa terjadi di Tulang Bawang, ketika seorang warga tenggelam saat menjala ikan di sungai. Korban tidak sempat diselamatkan karena arus cukup deras. (HBM)