Helo Indonesia

Selesaikan Masalah Sampah, Kementerian LH dan Pemprov Gelar Acara Bertajuk Kolaborasi Bersih Sampah Jakarta Indonesia Bersih

Irvan Siagian - Nasional
Minggu, 17 November 2024 18:52
    Bagikan  
Kementerian LH dan Pemprov
Pj Gubernur Teguh Setyabudi

Kementerian LH dan Pemprov - Gelar Acara Bertajuk Kolaborasi Bersih Sampah Jakarta Indonesia Bersih

HELOINDONESIA.COM - Dalam upaya menyelesaikan permasalahan sampah di Jakarta. Kementerian Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia (RI) menyelenggarakan kegiatan bertajuk 'Kolaborasi Bersih Sampah Jakarta, Indonesia Bersih' digelar secara serentak di tujuh titik wilayah Provinsi Jakarta diantaranya, di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) dihadiri Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri LH, Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Jakarta Teguh Setyabudi dan Wali Kota Jakarta Pusat (Jakpus) Dhany Sukma.

Baca juga: JAM DATUN Road Show to Bali 2024: Sosialisasi Pelayanan Hukum Langsung Bagi Masyarakat

Untuk diketahui, bahwa kegiatan yang diinisiasi Kementerian LH RI untuk mendorong percepatan penyelesaian permasalahan sampah, dimulai dari Provinsi Jakarta.

Baca juga: Live Streaming Race Utama MotoGP Barcelona 2024 : Penentuan Juara Dunia MotoGP 2024 Antara Jorge Martin dan Francisco Bagnaia

Sementara itu, untuk kegiatan Kolaborasi Bersih Sampah Jakarta Indonesia Bersih juga dilaksanakan di Kampung Eduwisata Bhineka, RW 06 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakpus pada, Minggu(17/11/2024).

Baca juga: Perlu Peran Pengusaha Lokal Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Pertanian Lampung

Wakil Wali Jakpus Chaidir bersama Direktur Pemulihan Lahan Terkontaminasi dan Tanggap Darurat Kementerian LH RI Haruki Agustina didampingi Pegiat Lingkungan Joko Sarjono dan Camat Kemayoran Dicky Suherlan mengunjungi rumah warga dan melihat langsung pemilahan bank sampah maupun budidaya maggot.

Baca juga: MenEkraf Ajak Santri Ikut Sebarkan Informasi Bahaya Judi Online Melalui Konten Digital

Chaidir mengatakan, kegiatan ini merupakan pencanangan bersih Jakarta di seluruh Indonesia. Untuk Jakpus pengelolaan dan penanganan sampah dari sumbernya sudah cukup baik sesuai dengan mekanisme.

Baca juga: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Perdagangan Terbuka dan Adil di KTT APEC 2024

"Kita lihat beberapa rumah disini sudah cukup baik mengelola sampahnya, bahkan RW 06 Kebon Kosong ini sudah cukup baik, sehingga menjadi percontohan di Jakpus dan mendapat penghargaan di tingkat nasional," ungkap Chaidir.

Baca juga: Peternak Sapi Lampung Siap Sukseskan Program Makan Gratis

Untuk pengelolaan sampah disini juga, tambah Chaidir telah bekerjasama dengan CSR seperti Pegadaian dan PLN. Ssehingga sampah rumah tangga bisa langsung diserahkan ke bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomis.

Baca juga: Kumamoto Masters 2024: Fajar/Rian Juara, Jorji Gagal

"Saya mengajak masyarakat Jakpus yang belum mengelola sampah dengan baik untuk sadar dan merubah perilakunya. Semoga dengan memilah dan mengelola sampah dengan baik kota Jakarta semakin nyaman, bersih dan indah," harapnya.

Baca juga: Ribuan Warga Senam dengan Mirza, Rebutan Swafoto dengan Cagub

Kepala Suku Dinas (Kasudin) LH Jakpus Slamet Riyadi menerangkan bahwa, di wilayah Jakpus sampah yang diangkut sekitar 800 hingga 1000 ton setiap harinya dan tahun ini ditargetkan berkurang 30 persen.

Baca juga: IMF 2024 Perayaan Nilai-nilai Universal Mempertemukan Dunia Melalui Seni Topeng

Lanjut Slamet menjelaskan, bahwa di Jakpus juga disetiap RW nya sudah terbentuk bidang pengelolaan sampah (BPS) RW yang tugas fungsinya sesuai Peraturan Gubernur (pergub) nomor: 77 tahun 2020 tentang mengelola sampah dengan baik dan benar, baik itu sampah organik ataupun anorganik.

Baca juga: PPATK Matangkan Data 2025 dalam Forum Satu Data PPATK

"Seluruh RW di Jakpus sudah memiliki BPS RW dan akan dioptimalkan. Sebenarnya jika sampah itu dikelola dengan baik ada nilai ekonomis," pungkasnya.

Baca juga: Gelar Pesta Rakyat, SJR: Genderang Perang sudah Dimulaiundefined

Kasatpel LH Kecamatan Kemayoran Eka Sudarmadi didampingi Kasatpel LH Kecamatan Senen Slamet Fikli menambahkan, pengelolaan sampah ini tujuan utamanya yakni untuk lingkungan bersih, tetapi memiliki bonus tersendiri dimana untuk sampah anorganik bisa dimanfaatkan ke bank sampah dan memiliki nilai ekonomis. "Sedangkan, untuk sampah organik bisa dimanfaatkan untuk komposting atau makanan maggot juga memiliki nilai ekonomis," tambahnya. (*/is) ***