Helo Indonesia

Dampingi Menko Pangan Zulhas, Wali Kota Semarang Apresiasi KKMP Sampangan

Ajie - Nasional
20 jam 15 menit lalu
    Bagikan  
Dampingi Menko Pangan Zulhas, Wali Kota Semarang Apresiasi KKMP Sampangan

Menko Bidang Pangan Zulkufli Hasan didampingi Wali kota Semarang Agustina saat melakukan kunker ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Sampangan

SEMARANG. HELOINDONESIA.COM - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas menyebut Jawa Tengah (Jateng) sebagai daerah terbaik dalam pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP).

Zulhas menyampaikan hal tersebut saat meninjau KKMP Sampangan, di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Dia menyebut ditugaskan untuk berkeliling di seluruh penjuru Indonesia dan melaporkannya kepada Presiden.

"Saya datang ke Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, saya lapor di Hambalang. Beliau senang sekali. Saya bilang, 'Pak, Jateng yang terbaik'," kata Zulhas di KKMP Sampangan, Jumat 30 Januari 2026. Hadir dalam kesempatan itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.

"Siapa dulu dong Pangdamnya? Betul, Jateng terbaik. Tadi saya lihat di Batang bagus-bagus. Wah, bagus-bagus Batang. Jadi Jawa Tengah luar biasa," lanjutnya.

Baca juga: HPN 2026 PWI Jateng Disemarakkan Main Olahraga Bareng dan Dialog Rektor

Zulhas menyebut, kesiapan daerah, dukungan pemerintah kota hingga kelurahan, serta keterlibatan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan Jateng dinilai lebih baik dibanding daetah lainnya. Ia pun menargetkan KKMP bisa beroperasional Maret.

Dalam kesempatan itu Zulhas menegaskan, KKMP merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang saling terhubung dengan agenda swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penguatan koperasi desa dan kelurahan.

"Jadi programnya Bapak Presiden itu satu dengan yang lain terkait. Pertama, swasembada pangan. Karena kalau tidak swasembada, kita akan tergantung dari impor besar-besaran," ujarnya.

Zulhas juga menjelaskan, nantinya KKMP ditargetkan akan menyuplai bahan pokok yang dibutuhkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi KKMP Sampangan yang dinilai memiliki konsep matang. Menurutnya, koperasi tersebut berpotensi menjadi contoh nasional.

"Senang banget dan sesuai dari yang disampaikan Pangdam tadi dari Jawa Tengah yang sudah ada packaging-nya bagus di Semarang," ujarnya.

"Koperasi Merah Putih di Kota Semarang ini sangat terkenal, banyak didatangi beberapa kabupaten/kota untuk studi banding. Dan ini kita mau menuju supaya proses penyelenggaraan di sini bisa menjadi teladan bagi koperasi lain," sambungnya.

Berkelanjutan

Agustina mengakui tantangan pengelolaan koperasi skala besar di wilayah perkotaan tidak ringan. Namun, dengan dukungan pemerintah pusat dan gotong royong, ia optimistis KKMP Sampangan bisa berjalan berkelanjutan.

"Cukup berat karena dengan etalase segede ini, dengan bangunan segede ini, tantangan bisnis ke depan harus dihadapi oleh teman-teman koperasi, ini harus disambut dengan berbagai macam persiapan yang matang," ucapnya.

Baca juga: Implikasi Hukum dan Dual Loyalty WNI Jadi Militer di Amerika Serikat

Ia menambahkan, pemerintah pusat akan mendukung dengan memasok barang siap jual dari Bulog hingga kebijakan yang mengarahkan agar SPPG membeli bahan dari koperasi. Selain itu, Pemkot Semarang akan mendorong penguatan keanggotaan koperasi secara masif.

"Kami juga sudah membuat edaran, seluruh ASN ber-KTP Kota Semarang wajib mendaftar sebagai anggota koperasi,"ujarnya.

Saat ini, Agustina menyebut terdapat 177 koperasi kelurahan di Kota Semarang. Sebanyak sembilan koperasi sudah aktif dengan omzet di atas Rp 10 juta per hari, bahkan satu koperasi mencatatkan perputaran hingga Rp 70 juta.

Terpisah, Ketua KKMP Sampangan Kuncar Asrianto menyatakan koperasinya itu sebenarnya sudah berjalan sebelum gedung yang baru dibangun. Ia menegaskan, pihaknya siap beroperasi secepatnya.

"Sebelum gedung ini dibangun tiga bulan lalu, koperasi kami sudah bergerak. Kami sudah kerja sama dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, BRI, Pos Indonesia, sampai Pertamina," kata Kuncar.

Baca juga: Pejuang Besar Lamtim yang Pulang Tanpa Tepuk Tangan dan Sorot Kamera

Ia menyebut, dengan selesainya pembangunan KKMP, koperasi tinggal menambah volume usaha. Bahkan, operasional dimungkinkan dimulai lebih cepat dari target.

"Kalau Maret kami sudah siap. Bahkan awal Februari ini pun sebenarnya sudah bisa, tinggal memindahkan barang ke sini," ujarnya.

Kuncar menjelaskan, produk yang disiapkan antara lain beras SPHP, beras premium, Minyakita, serta berbagai komoditas dari UMKM lokal seperti bawang merah, bawang putih, dan telur. Produk-produk tersebut juga akan disalurkan ke kios-kios kecil dan anggota koperasi. (Aji)