Helo Indonesia

Ganjar Pranowo Akui Mayoritas Daerah di Jateng Siaga Kekeringan, 12 Kabupaten/Kota Dapat Air Bersih

Winoto Anung - Nasional
Selasa, 27 Juni 2023 17:33
    Bagikan  
Ganjar Pranowo
Facebook/ Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo - Ganjar Pranowo, capres dari PDIP. (Foto: Facebook / Ganjar Pranowo)

HELOINDONESIA.COMKekeringan melanda Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Hal ini menjadi gorengan warganet di media sosial untuk menyernag Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Terlebih Gubernur Ganjar Pranowo ternyata malah blusukan ke DKI Jakarta, dan menelpon Pj Gubernur Heru Budi Hartono untuk mengadukan masalah yang dihadapi masyarakat.

Soal kekeringan di Cilacap, Jawa Tengah termasuk parah. Menurut data Pusdalops BPBD Kabupaten Cilacap, sedikitnya ada 105 desa di 20 kecamatan yang masuk dalam rawan kekeringan.

Musim kemarau tersebut membuat curah hujan menjadi minim dan mengakibatkan berkurangnya cadangan sumber air bersih.

Baca juga: Mbappe Bikin Eksekutif Qatar Marah, Liverpool Berani Bayar Rp4.4 Triliun

Setelah ada serangan warganet di medsos tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo yang kini sedang menunaikan ibadah haji, memberikan keterangan melalui akun media sosialnya. Di Twitter, Ganjar menyatakan sudah ada penanganan dari pihak terkait.

Ganjar Pranowo yang menjadi Capres PDIP itu mengakui, saat ini mayoritas daerah di Jateng memang berstatus siaga kekeringan, yakni sekitar tanggal 20-30 Juni 2023.

Menurut dia, fenomena ini krn adanya El Nino dan IOD (Indian Ocean Dipole). El Nino diperkirakan mencapai puncaknya pada Nov-Des dan IOD berlangsung hingga bulan Oktober.

“Beberapa kab/kota jg sudah melakukan upaya mitigasi, misalnya Cilacap sdh berkoordinasi dan membentuk posko terpadu utk menangani kekeringan. Pemkot Semarang memasang pipa resapan di beberapa titik rawan kekeringan. Pemkab Boyolali menyediakan 1.000 tangki air bersih,” tulis Ganjar Pranowo (@ganjarpranowo), 23 jam yang lalu.

Baca juga: Denny Indrayana Sampaikan Bocor Alus: Cawe-cawe Jokowi, Sudah Minta Nama Calon Menteri ke Prabowo

“Semua laporan mengenai kekeringan bisa dilaporkan via  @LaporGub_, @bpbdjateng dan BPBD kab/kota setempat,” tulis @ganjarpranowo.

Dia menjelaskan lagi, BPDB Jateng sudah memberikan bantuan 854.500 liter air bersih ke 12 Kabupaten/Kota yang mengalami kesulitan air bersih.

“Kita juga sudah membentuk 5 skema mitigasi mulai dr optimalkan dana desa, siapkan stok pangan lokal, manfaatkan sumur gali, bendungan, waduk/embung,” tulis @ganjarpranowo. (*)

(Winoto Anung)