Helo Indonesia

Kapolri Sigit: Judol, Pinjol, Narkoba Hambat Indonesia Emas 2045

Aris Mohpian Pumuka - Nasional
Senin, 23 Februari 2026 16:44
    Bagikan  
Tiga Hal Negatif
Ist

Tiga Hal Negatif - Kapolri mengajak anggota PUI mengawasi 3 hal negatif di masyarakat.

MAJALENGKA,HELOINDONESIA.COM - Ada 3 (tiga) hal yang bakal menghambat cita-cita bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, antara lain Judol (judi online), Pinjol (pinjaman online) dan terlibat Narkoba.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan hal tersebut, saat menghadiri acara puncak peringatan ulang tahun Persatuan Ummat Islam (PUI) dan doa bersama untuk bangsa di Majalengka, Jawa Barat.

"Karenanya, saya meminta sungguh-sungguh kepada PUI untuk dapat membantu kepolisian dalam mengawasi 3  hal negatif tersebut di dalam kehidupan kemasyarakatan," katanya kepada wartawan, pada Senin (23/2/2026) di Majalengka, Jawa Barat.

Dia katakan, hal negatif itu menjadi ancaman generasi muda, ancaman bangsa kita. Kenapa? Karena kita harus berjalan sesuai roadmap guna mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Kapolri Bakal Hukum Berat pada Oknum Brimob yang Tewaskan Pelajar Maluku

Selain itu, katanya, suksesnya program-program pemerintah memerlukan sinergisitas dari seluruh elemen bangsa, termasuk peran Persatuan Ummat Islam (PUI) sebagai Ormas (organisasi masyarakat) keagamaan.

"Jadi, kolaborasi adalah kunci utama guna menghadapi seluruh tantangan baik tingkat global maupun dalam negeri," ujar Kapolri Sigit.

Dia katakan, pentingnya memperkuat sinergisitas untuk mengawal serta mendukung seluruh program Pemerintah Indonesia.

"Harapan ke depan tentunya ayo kita mewujudkan cooling system, mengingatkan jangan sampai kita dibenturkan oleh sesama anak bangsa," ucapnya.

Baca juga: Aliansi Mahasiswa Aksi Desak Perbaikan Pendidikan

Apabila masyarakat terus saling diadu domba, katanya, tentunya pembangunan dan cita-cita menuju Indonesia Emas yang telah dicanangkan pemerintah akan sulit berjalan lancar.

Karenanya, Sigit mendorong agar keberagaman yang ada di Indonesia untuk terus dirawat sehingga bisa menjadi kekuatan untuk maju dan berkembang ke arah yang lebih baik.

"Sepandai-pandainya kita, sepandainya masing-masing elemen bangsa ini, namun kalau berdiri sendiri, bergerak secara ego sektoral, maka akan sulit untuk membawa satu kemajuan. Kemajuan itu bisa terjadi kalau kita semuanya rukun dan bersatu," katanya.

Terakhir, Sigit memaparkan bahwa, Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan program prioritas Asta Cita untuk mendukung visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam hal ini, kata dia, Polri juga telah terlibat aktif di sejumlah program prioritas pemerintah mulai dari program ketahanan pangan lewat swasembada jagung hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat SPPG Polri.