Helo Indonesia

Pesantren Ramadan Rohis Indonesia di MAJT Resmi Ditutup, Ini Harapan Direktur PAI

Ajie - Nasional
Minggu, 8 Maret 2026 06:23
    Bagikan  
Pesantren Ramadan Rohis Indonesia di MAJT Resmi Ditutup, Ini Harapan Direktur PAI

Direktur PAI Kemenag M Munir

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pesantren Ramadan Rohani Islam (Rohis) Indonesia yang digelar sejak 4 Maret 2026 di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, resmi ditutup pada Sabtu 7 Maret 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh pelajar SMA/SMK perwakilan dari 34 provinsi, yang tergabung dalam kepengurusan Rohis Indonesia Tingkat Nasional.

Selama empat hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya Salat Wajib Berjamaah, Salat Tarawih, Khataman Al-Qur’an, Ngaji Kitab Kuning, Manasik Haji, Sosialisasi Wakaf Goes to School (17 Sekolah di sekitar Kota Semarang), Berbagi Takjil kepada Masyarakat Sekitar, dan Ziarah Makam Ulama Nusantara Kiai Soleh Darat.

Baca juga: Jateng Siapkan Wisata Halal sebagai Mesin Ekonomi Baru

Acara penutupan dihadiri oleh Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Dr M Munir SAg MA, Sekretaris Umum Pelaksana Pengelola (PP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Drs KH Muhyiddin MAg.

Selanjutnya Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah, Kabid PAI Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Ketua AGPAII Jawa Tengah, Kasubdit PAI pada SMA/SMK/SMALB, Presiden Rohis Indonesia, dan sejumlah Pengurus PP MAJT.

Direktur PAI Kemenag M Munir, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pesantren Ramadan Rohis Indonesia adalah wahana penempaan diri. Pemerintah melalui Kementerian Agama dan secara teknis melalui Direktorat PAI, merasa perlu untuk melaksanakan tugas dan fungsinya melakukan pembinaan keagamaan di sekolah-sekolah melalui Rohis (Rohani Islam).

"Salah satu program pembinaan yang kami lakukan bagi para pengurus Rohis adalah Pesantren Ramadan Rohis Indonesia," terang Munir.

Baca juga: Peduli di Bulan Suci, Ibu-Ibu PIMAJT Bagi Sembako untuk 1.860 Keluarga Dhuafa

Dia berharap bahwa seluruh rangkaian kegiatan pada Pesantren Ramadan ini bisa menjadi bekal yang kelak bermanfaat untuk anak-anak Rohis dalam menjalani hidup bermasyarakat.

Mewarnai Medsos

Direktur PAI juga berpesan agar Rohis Indonesia bisa mewarnai media sosial dengan konten-konten yang bermuatan edukatif dan inklusif.

"Saya tantang Pengurus Rohis Indonesia untuk mewarnai media sosial dengan kegiatan-kegiatan keislaman kalian, seperti wakaf, ekoteologi, kurikulum cinta, dan nilai-nilai rohis. Minimal seminggu sekali ada satu konten yang bisa mewarnai media sosial kita," ajak M Munir kepada para peserta.

M Munir juga berharap agar Rohis bisa sejajar dengan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), yang bisa menjadi teladan dan menebar nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin di sekolah.

Dalam acara yang sama, Presiden Rohis Indonesia M. Ridanara Adytama, menyampaikan pesan dan kesannya terkait penyelenggaraan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia.

Baca juga: Bertemu Paku Alam X, Jateng - DIY Matangkan Rencana Tuan Rumah Bersama PON 2032

Ridanara mengajak seluruh peserta agar menjadikan Pesantren Ramadan ini laksana charger yang mengisi kembali semangat untuk berperan aktif dalam pengarusutamaan sikap beragama yang moderat.

"Ayo jadikan Pesantren Ramadan ini sebagai charger kita untuk menumbuhkan persaudaraan dan menjadi generasi Islam yang asyik serta menjadikan Rohis sebagai perwujudan wajah Islam yang moderat di lingkungan sekolah," jelasnya.

Ridanara juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama, PP Masjid Agung Jawa Tengah dan AGPAII atas komitmennya dalam memfasilitasi dan membina Rohis Indonesia. Ridanara berharap kegiatan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia akan terus ada dilaksanakan setiap tahun. (Aji)