Helo Indonesia

1.300 Pengelola Gedung Tinggi di Jakarta Wajib Pasang 4 Water Mist Generator untuk Atasi Polusi Udara

Syahroni - Nasional
Kamis, 31 Agustus 2023 23:23
    Bagikan  
Penyemprotan dari atas gedung Pertamina.
Tangkapan layar Youtube

Penyemprotan dari atas gedung Pertamina. - Pemprov DKI mewajibkan pemasangan water mist generator di gedung tinggi di Jakarta.

HELOINDONESIA.COM - Untuk menanggulangi polusi udara yang mengepung wilayah Jakarta, semua gedung tinggi di Ibu Kota diwajibkan memiliki water mist generator yang dipasang di ke 4 sisinya.

Namun demikian, Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan, pengadaan alat untuk membilas polusi udara itu akan sepenuhnya akan dibebankan kepada pengelola.

Dengan kata lain, gedung perusahaan swasta tidak mendapat suntikan dana dari Pemprov DKI untuk membeli water mist generator yang harganya berkisar Rp50 juta.

Baca juga: Pj Gubernur DKI Minta Pengelola Gedung Pasang Water Mist Seharga Rp50 Juta untuk Atasi Polusi Udara di Jakarta

"Partisipasi, jadi gedung yang akan dibangun dia akan bikin itu. Kalau gedung yang sudah terlanjur, beli Rp 50 juta, tapi empat sisi kalau bisa kata Bu menteri LH. Ada gedung kan kotak atau bundar jadi empat sisi," ujar Heru, Kamis (31/8).

Menurut Heru, Pemprov DKI tidak menjual alat tersebut dan perusahaan swasta bisa membelinya ke Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto menerangkan, di Jakarta ada 1.300 perusahaan yang terdata mengelola gedung tinggi.

Baca juga: Menteri LHK: Hujan Hasil Modifikasi Cuaca di Kawasan Bogor Efektif Kurangi Polusi Udara

Asep mengatakan, 1.300 perusahaan tersebut mayoritas memiliki gedung 8 lantai. Hal ini menjadi salah satu syarat untuk pemasangan water mist generator agar penyemprotan air untuk mengendalikan pencemaran udara efektif.

Seluruh gedung tersebut nantinya diharapkan memasang water mist generator karena harga untuk membeli alat ini tidak mahal. Perusahaan-perusahaan ini hanya perlu merogoh kocek hingga Rp50 juta.

“Kita berharap, memang ini pertama tidak mahal alatnya, kemudian juga operasional tidak mahal, seharusnya tidak menjadi hal yang memberatkan bagi gedung,” jelasnya.