Helo Indonesia

64 Personel Dikerahkan Cari 5 Wartawan dan 3 Kru Hilang saat Liput Krakatau 

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
1 jam 3 menit lalu
    Bagikan  
KRAKATAU
HELO LAMPUNG

KRAKATAU - Img 20260908 Wa0017 1 Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian lima wartawan yang hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Banten. (Foto / Istimewa)

LAMPUNG, HELOINDONESIA --  Memasuki hari kedua pencarian, Selasa, Basarnas Banten memperbesar kekuatan dengan mengerahkan sedikitnya 64 personel untuk mencari delapan orang yang hilang kontak dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Pengerahan personel dilakukan setelah pencarian awal yang dilakukan Unit Siaga SAR Pandeglang belum membuahkan hasil. Tim terlebih dahulu menggali informasi tambahan di lokasi keberangkatan speedboat, kemudian memberangkatkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) pada pukul 14.15 WIB untuk memperluas penyisiran.

Tak berhenti di situ, Basarnas Banten kemudian mengerahkan KN SAR Tetuka 247 menuju kawasan sekitar lokasi kejadian. Kapal tersebut diberangkatkan pada pukul 17.25 WIB sebagai bagian dari upaya memperkuat operasi pencarian dan menjadikan kapal SAR sebagai salah satu titik dukung operasi di lapangan.

Kekuatan pencarian melibatkan unsur gabungan. Sedikitnya 64 personel turun dalam operasi tersebut, terdiri atas delapan kru KN SAR Tetuka 247, enam kru rescuer Unit Siaga SAR Pandeglang, 11 kru rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten, dua personel Polairud Polda Banten, tiga personel Polairud Mabes Sanjaya, empat personel Ditpolairud, lima personel Polsek Carita, lima personel Lanal Banten, lima personel Balawista, lima aparatur Pemerintah Kecamatan Carita, satu personel Satpol PP, Kades Sukajadi, Babinsa Carita, serta tujuh wartawan Banten.

Operasi juga melibatkan nelayan dan masyarakat Carita yang turut membantu memberikan informasi maupun mendukung pencarian di wilayah perairan setempat.

Untuk memperkuat pencarian, tim dibekali sejumlah sarana pendukung, termasuk truk personel dan drone thermal. Peralatan tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan pencarian, terutama untuk membantu pemantauan area yang sulit dijangkau secara langsung.

Dengan kondisi cuaca yang relatif senada dengan Senin petang, namun kecepatan angin lebih rendah, sekitar 14 knot, tim Basarnas terus melakukan penyisiran. Perahu karet Basarnas Banten kemudian sandar di Dermaga Marina Carita sekitar pukul 18.15 WIB setelah menyisir perairan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang, dengan radius sekitar 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Namun, penyisiran tersebut kembali belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang dicari.

Sementara itu, KN SAR Tetuka 247 masih dalam pelayaran menuju kawasan sekitar lokasi kejadian. Kapal tersebut dipersiapkan untuk melakukan anchoring atau sandar dan menjadi salah satu titik posko pergerakan tim dalam pencarian hari ketiga, Rabu.

"KN SAR Tetuka 247 masih dalam pelayaran ke sekitar lokasi kejadian untuk melakukan anchoring atau sandar sebagai posko pergerakan esok hari," demikian informasi admin Basarnas Banten, Selasa malam.

Delapan Orang Hilang, Pencarian Diperluas

Delapan korban tersebut sebelumnya melakukan perjalanan menggunakan speedboat menuju kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau. Dalam kondisi perjalanan normal dan cuaca mendukung, perjalanan menuju lokasi yang berada dalam radius aman yang dianjurkan, yakni sedikitnya 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau, diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. 

Memasuki hari kedua, pencarian pun berkembang menjadi operasi gabungan dengan kekuatan puluhan personel, kapal SAR, RIB, peralatan udara berupa drone thermal, serta dukungan aparat dan masyarakat pesisir.

Besarnya kekuatan yang diterjunkan menunjukkan operasi pencarian mulai memasuki tahap yang lebih luas. Area penyisiran tidak hanya berfokus pada titik keberangkatan, tetapi juga diperluas ke kawasan perairan sekitar Pulau Rakata, Pulau Panjang hingga radius beberapa kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Operasi pencarian akan dilanjutkan pada Rabu sebagai hari ketiga. Harapan keluarga, rekan, kalangan media, dan masyarakat terus menguat agar delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. (Muzzamil)