HELOINDONESIA.COM - Pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) yang tak keberatan jika Indonesia mengekspor tanaman herbal Kratom menuai polemik. Pasalnya BNN RI telah merekomendasikan kratom untuk dimasukkan ke dalam narkotika golongan I selevel dengan Ganja, koka, dan opium.
Soal pernyataan Mendag tersebut, Eks Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti buka suara terkait pemerintah bakal melakukan ekspor tanaman herbal tersebut.
Susi mengaku sepakat dengan kebijakan Mendag itu. Namun dia membandingkan dengan kegiatan ekspor negara lain yang lebih ekstrim dimana menjadikan Indonesia sebagai tujuan untuk memasok narkoba jenis sabu-sabu.
"Jauh lebih baik drpd kita menjadi tujuan ekspor legal Sabu tapi masuknya ilegal yg mana sabu ini sangat berbahaya bagi generasi muda kita," kata Susi melalui cuitannya di akun Twitter dilansir hari ini, Rabu 6 September 2023.
Dia menilai, saat ini ada upaya negara lain meniru sejarah kelam, untuk menaklukan bangsa lain dengan cara perang opium. Selain menjajah, kata dia, mengedarkan opium ke negara lain ditujukan untuk mendapatkan keuntungan
"Perang opium untk menaklukan dalam sejarah sekarang sedang ditiru dilakukan untk menguasai dan mendapatkan keuntungan," lanjut Susi.
Diberitakan sebelumnya, Mendag Zulhas menanggapi adanya permintaan ekspor Kratom dari Amerika Serikat (AS).
Dia pun merespon positif permintaan tersebut dengan alasan belum ada larangan terhadap produk tumbuhan Katom. "Orang AS datang, (mereka tanya) bisa nggak? kami mau beli ini (Kratom), bisa saja. Kan belum dilarang," kata Zulhas dalam sambutannya di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Zulhas beralasan petani Indonesia bisa diuntungkan dari adanya ekspor Kratom ke AS meskipun nantinya tanaman Kratom itu bisa saja disalahgunakan.
"Yang penting petani dapat dollar, senang, makmur enggak apa-apa. Kalau penggunaannya salah kan bukan kita yang salah, yang sana," ujarnya.
Zulhas menyebutkan bahwa selama aturan ataupun pelarangannya belum ditetapkan maka jika ada permintaan tumbuhan Kratom dari negara lain, Indonesia siap memasok.
"Kalau nanti ada yang sakit bukan urusan kita. Katanya buat obat kenapa dimakan. Lagipula selama tidak ada larangan, saya setuju saja kalau ada yang mau ekspor, capitalnya kan bisa panen dollar kan. Nanti terima kasih sama Mendag," tukasnya.
