HELOINDONESIA.COM - Tahun politik sudah dimulai. Suhu politik sudah terasa gairahnya. Apalagi partai-partai sudah mengumumka calon presidennya, dan sebentar lagi sudah mulai pendaftaran caleg (calon anggota legislatif).
Kalau tahapan Pemilu sudah dimulai, maka Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan melakukan pengawasan lebih ketat kepada para ASN (Aparatur Sipil Negara) yang terlibat politik praktis.
Untuk itu Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap tidak ada yang terkena masalah terkait hal tersebut yang menimpa ASN Kemenag (Kementerian Agama). Menag Yaqut mengingatkan seluruh ASN Kemenag untuk tetap menjaga netralitas di tahun politik ini.
“Saya ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa tahun politik ini sudah mulai. Eskalasi politik juga sudah mulai meningkat intensitasnya. Saya meminta bapak ibu sekalian agar tidak terpengaruh,” ungkap Menag Yaqut di Jakarta, Jumat 28 April 2023.
Menag Yaqut juga meminta ASN Kemenag untuk tetap bekerja seperti biasa, dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dia berpesan agar ASN Kemenag tidak terlibat dalam politik praktis, apalagi sampai mengarah pada hal yang memicu potensi konflik. Menag Yaqut mengingatkan jangan sampai ASN Kemenag ada yang terkena masalah.
“Tidak perlu ikut-ikutan geliat arus politik yang sedang terjadi,” jelasnya. “Saya tidak ingin di antara bapak-ibu sekalian selaku ASN Kemenag terkena masalah karena tahun politik ini,” lanjutnya.
Menag berharap tidak ada masalah terkait hal tersebut yang menimpa ASN Kementerian Agama. Terlebih, Bawaslu akan memantau terus seluruh ASN di tahun politik ini.
“Saya tidak ingin ada catatan-catatan yang melibatkan ASN Kemenag. Karena itu akan menjadi catatan yang kurang bagus bagi masa depan,” ujarnya.
“Tetap menjaga kekompakan dalam memberi pelayanan pelayanan keagamaan tanpa harus membeda-bedakan, baik membedakan asal, agama, asal ormasnya, atau sukunya, yang boleh kita bedakan itu kalau ada yang tidak setia kepada NKRI itu tidak usah dilayani,” tegas Menag.
Untuk diketahui, Pesta Pemilihan Umum (Pemilu) baru akan dilaksanakan pada Februari 2024. Masyarakat Indonesia akan memilih Presiden dan Wakil Presiden. Akan dipilih juga para wakil rakyat. Meski demikian, isu politik saat ini sudah banyak diperbincangkan oleh masyarakat. (*)
(A Winoto)