HELOINDONESIA.COM - Kasus Wadas makin panas. Apalagi setelah beredar pernyataan Gubernur Tengah Ganjar Pranowo kalau Ketua Kelompok penolak tambang yaitu Gempadewa telah menerima uang 11 M.
"Dalam beberapa hari terakhir, jagat netizen dihebohkan dengan statement Ganjar bahwa Ketua Kelompok penolak tambang yaitu Gempadewa telah menerima uang 11 M," tulis akun Twitter Wadas Melawan pada Minggu (23/7/2023).
Dalam thread yang dibuat, Wadas Melawan menyatakan bahwa pernyataan tersebut menciderai komitmen, konsistensi warga Wadas (Gempadewa).
"Statement itu tentu saja mencederai komitmen, konsistensi Warga Wadas yg tergabung dalam Gempadewa (Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas) yang hingga saat ini tetap konsisten menolak tambang," utas Wadas Melawan.
Menurutnya, tak sepeser pun Ketua Gempadewa menerima uang sebagai tanda diserahkannya tanah untuk ditambang.
"Jelas bahwa ini adalah pencemaran nama baik Gempadewa, khususnya Ketua Gempadewa yang dijabat oleh Bapak Sudiman," cuitnya.
Dia menegaskan bahwa siapa pun yang menerima uang dari tim pembebasan tanah Wadas (Ganjar Cs) maka bukan anggota apalagi Ketua Gempadewa.
"Memberi dan menerima uang pembebasan tanah untuk kepentingan tambang sama dengan tak peduli kelestarian alam Desa Wadas," tandasnya.
Baca juga: 5 Hari Kebakaran Hutan, 3 Hotel Hangus, 2000 Warga Rhodes Selatan Yunani Diungsikan Pakai Perahu
Dalam video yang diunggah akun Wadas_Melawan, Sudiman menyatakan bahwa sejak pembebasan tanah Wadas dirinya belum pernah menerima uang Rp 11 miliar.
"Kalau yang menerima bukan ketua Gempadewa. Ketua Gempadewa itu saya. Kalau yang menerima uang Rp 11 miliar itu Insin Sutrisno," ungkapnya.
Sudiman menegaskan kalau sampai hari ini sebagai ketua Gempadewa masih menolak uang pembebasan sebesar Rp 11 miliar.
"Jadi yang menerima 11 miliar seperti yang disampaikan Pak Ganjar itu Pak Insin, jadi bukan saya sendiri," ujarnya.
Baca juga: Bahlil Inginkan Munaslub untuk Mengganti Airlangga Hartarto, Tokoh Senior Tuding Ingin Golkar Hancur
Sudiman mengatakan kalau sampai sekarang dirinya belum menerima uang pembebasan dari pemerintah atau BPN.
"Jadi sampai sekarang saya itu masih menolak," tandasnya.