KARANGANYAR, HELOINDONESIA.COM - Bangsa Indonesia harus bisa berswasembada pangan. Selain itu juga harus menguasai sumber daya alam (SDA).
Menko Pangan RI Zulkifli Hasan menekankan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jawa Tengah, di Wonder Park, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada Sabtu-Minggu 27-28 Juni 2026l.
''Swasembada pangan itu wajib. Karena menyangkut kedaulatan bangsa. Selain itu sumber daya alam juga harus dikuasai. Penguasaan sumber daya alam itu sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 33 bahwa bumi air dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat,'' tegas dia dalam kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 600 warga Aisyiyah Jateng.
Baca juga: Tingkatkan Efektivitas Organisasi, Tim USM Latih OCB Pengurus OSIS MA NU Mranggen
Amanat tersebut juga sesuai dengan cita-cita para pendahulu bangsa, seperti Kasman Singodimejo, Ki Bagus Hadikusumo dan lainnya pahlawan nasional yang juga tokoh Muhammadiyah.
''Hanya saja saat ini kondisi yang terjadi kadang jauh dari cita-cita tersebut. Karena itu perlu ada upaya untuk membenahinya dan mengembalikan sumberdaya alam tersebut untuk kemakmuran masyarakat,'' jelasnya.
Dia juga mengatakan petani yang dulu menjadi tuan tanah kini banyak yang menjadi buruh. Untuk itu harus ada upaya-upaya untuk memperbaikinya. Salah satunya ekonomi harus tumbuh dari desa.
Pada bagian lain, upaya memulai aksi dari desa juga disebutkan oleh Ketua Umum PP Aisyiyah Dr apt Salmah Orbayinah MKes. Ia menyebutkan kegiatan yang berbasis desa untuk kontribusi dalam pembangunan.
Dalam kegiatan jambore tersebut juga di-launching Desa Sehat Mental Spiritual, Desa mandiri Ekonomi, Desa Sehat Mandiri, Desa Sadar Hukum, Desa Cerdas Literasi Digital, Desa Muhammadiyah Aisyiyah Peduli Sampah.
Era Baru
Selain itu juga di-launching 109 Mubalighat Berkemajuan Gerakan Qaryah Thayyibah Aisyiyah. Ketua PWA Aisyiyah JAwa Tengah Dr Eni Winaryati MPd menyebutkan kegiatan jambore dakwah kemanusiaan ini juga bagian dari rangkaian kegiatan Milad Aiyiyah ke- 109. Usia 109 bukan usia yang pendek,namun telah memasuki asam garam gejolak politik.
''Dan pada abad kedua ini Ayiyah memasuki era baru dengan kemajuan teknologi informasi. Karena itu harus melatih kemampuan ini agar tetap berkemajuan,'' katanya.
Baca juga: Titip Pesan Buat dr Imam: Amputasi Saja Kanker yang Gerogoti RSUAM
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Setda Provinsi Jawa Tengah Syamsudin Isnaini yang membacakan sambutan Gubernus Jateng Ahmad luthfi memaparkan dakwah yang dilakukan Aisyiyah merupakan tindak nyata seperti melalui gerakan Pendidikan, kesehatan dan berbagai aksi lain yang konsisten dalam membangun peradaban. Ia juga memaparkan berbagai kondisi yang ada di Jawa tengah seperti kasus stunting yang masih ada, sekalipun jumlahnya semakin menurun dibanding tahun sebelumnya. Namun harapannya kasus stunting bisa 0 persen.
Dalam Kegiatan yang berlangsung di Wonderpark Tawangmangu Karangnyar tersebut juga ada pemaparan dari Basnaz dengan berbagai programnya. (Aji)