Megawati Minta Jokowi Bubarkan KPK. Mantan Menteri: Beliau Sudah Klaim yang Membuat, Jadi Tak Merasa Bersalah

Sabtu, 26 Agustus 2023 12:47
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat penutupan Rakernas III PDIP di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis 8 Juni. (tangkapan layar) tangkapan layar

HELOINDONESIA.COM - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pernah mengatakan meminta Presiden Jokowi untuk membubarkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi. Usulan itu dia ajukan kepada Jokowi, karena dirinya melihat penegakan hukum tidak berjalan baik.

Hal itu ternyata mendapat tanggapan luas di Masyarakat. Bukan saja para pakar dan politisi yang menanggapi, tetapi juga warga biasa melalui media sosial, atau percakapan umum.

Tak terkecuali mantan Menteri di era Presiden Gus Dur, yakni Menristek AS Hikam, memberikan tanggapan bahwa usulan ketua umum PDIP itu merupakan tujuan akhir dari semua upaya pelemahan Lembaga KPK. Dia menyentil dengan lagu Rhoma Irama

“USULAN boss PDIP agar KPK dibubarin adlh TELOS (tujuan akhir) dr semua upaya pelemahan lmbg ini,” ungkap mantan Menteri AS Hikam di Facebook.

Baca juga: Bertemu SBY, Anies Mengaku Dibekali Strategi Untuk Menang di Pilpres 2024

Tak hanya itu, AS Hikam juga  menyentil Megawati dengan mengutip larik lagu Rhoma Irama. “Kau yg mulai & yg mengakhiri?” tambahnya.

Diunggahannya tersebut, terjadi dialog dengan para followernya yang cukup menarik, seperti diskusi di dunia maya.

Warganet Nailul Umam Wb memberikan pendapatnya, bahwa pelemahan KPK era Firly Bahuri dan usulan Megawati adalah tanda ke arah sana, ke arah pembubaran.

Baca juga: Bicara K-Pop, Anies Sebut Sebagai Investasi Besar-besaran Korsel dalam Jangka Panjang

Sedangkan warganet Bernama Iling Beku menduga, upaya pembubaran KPK untuk menghindarkan kader KPK dari jeratan Lembaga anti rasuah itu.

“Apakah bagian dari upaya menghindarkan kadernya terjerat oleh KPK Prof?” ujar Iling Beku, Dan AS Hikam pun menjawabnya: “Menghapus jejak di mata rakyat, barangkali,” ujarnya.

Iling Beku meneruskan: “Sambil mencatat jejak rekor baru seperti penggalan syair lagu dangdut yg njenengan kutip,” ujarnya dengan emoji tertawa.

Baca juga: Lawan Vietnam  di Final Piala AFF 2023, Timnas Indonesia Hadapi Badai Cedera Pemain

Lantas AS Hikam menjawab: “Rekor raib dari kejaran KPK (yg padahal sudah letoy, sampai dasinya Ketuanya saja mesti dibenerin),” tandas AS Hikam.

Netizen lainnya, yakni Adi Sugeng Purnomo menilai ada kekhawatiran jika PDIP sudah tidak menjadi partai berkuasa (ruling party), akan disikat oleh KPK yang akan datang.

“Kekhawatiran Jika PDI P tidak menjadi Rulling Partai lagi.. maka oknum elit PDI P ketir ketir disikat KPK jilid Baru,” ujaranya.

Baca juga: Surya Paloh Respon Hasil Survei Anies Selalu Berada di Urutan Buncit

Terhadap hal ini, mantan Menteri A S Hikam mengatakan, toh jeragan PDIP sudah bisa mengklaim kesana-kemari bahwa beliaulah yang membuat dan menjadikan gagasan tentang adanya KPK terwujud. Jadi kalau ada apa-apa atau mau membubarkan, jadinya tidak perlu merasan bersalah (guilty feeling).

“Kalau sekarang beliaunya kurang berkenan dan mau membubarkan, gak perlu ada guilty feeling. Tetap tercatet sebagi pihak yang berjasa bagi sejarah pemberantasan korupsi!” ujar AS Hikam, mantan Menteri di era Presiden Gus Dur.

Sebelumnya. Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) menyatakan pernah usul kepada Presiden Jokowi untuk membubarkan KPK.

Baca juga: Kawasan PRPP Jateng akan Dirombak Besar-besaran Menjadi Community Recreation and Sports Hub

"Saya sampai kadang-kadang bilang sama Pak Jokowi, 'sudah deh bubarkan saja KPK itu Pak, menurut saya enggak efektif'," kata Megawati, Senin 21 Agustus lalu.

Menurut Ketua Umum PDIP itu, usulan diajukan kepada Jokowi, karena dirinya melihat penegakan hukum tidak berjalan baik. Dia menyakini, praktik korupsi masih terus terjadi di Indonesia meskipun ada KPK.

Megawati mengaku tidak masalah bila apa yang disampaikan itu dianggap terlalu blak-lakan oleh sejumlah pihak. Ia lalu membanggakan, KPK adalah lembaga yang berdiri di masa pemerintahannya sebagai Presiden. (**)

Berita Terkini