HUT ke-344 Bandarlampung, Asroni Paslah Pendidikan dan Kesehatan Harus Jadi Prioritas Pembangunan

Selasa, 16 Juni 2026 20:01
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung Asroni Paslah.( Foto Ist).

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bandarlampung ke-344 pada 17 Juni 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi arah pembangunan daerah.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Asroni Paslah, menilai pembangunan kota ke depan harus lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan.


Menurut Asroni, berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Bandarlampung patut diapresiasi. Sebagai ibu kota Provinsi Lampung, Bandarlampung terus mengalami pertumbuhan ekonomi, perkembangan kawasan perkotaan, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat.


"Berbagai capaian pembangunan yang telah diraih tentu patut diapresiasi. Namun peringatan hari jadi kota juga harus menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat," ujar Asroni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/6/2026).


Asroni mengatakan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik semata. Menurutnya, kualitas hidup masyarakat harus menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan daerah.


Berdasarkan data Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandarlampung Tahun 2025–2029, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bandarlampung meningkat dari 77,44 pada tahun 2020 menjadi 80,46 pada tahun 2024.


Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian, khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan.


Di bidang pendidikan, Bandarlampung memiliki sekitar 12.700 tenaga pendidik pada jenjang PAUD, SD, dan SMP dengan rasio guru terhadap siswa yang dinilai cukup baik. Namun, kondisi sarana pendidikan masih menjadi tantangan.


Data RPJMD mencatat terdapat 104 ruang kelas dalam kondisi rusak ringan dan 25 ruang kelas dalam kondisi rusak sedang hingga berat. Selain itu, pemerintah daerah juga mengakui bahwa pemerataan kualitas layanan pendidikan masih menjadi salah satu isu strategis pembangunan.

"Jumlah guru yang memadai harus diimbangi dengan fasilitas belajar yang layak. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan daya saing daerah di masa depan," kata Asroni.
Pada sektor kesehatan, Bandarlampung saat ini memiliki 31 puskesmas, 50 puskesmas pembantu, dan 20 rumah sakit. Sementara jumlah tenaga kesehatan terdiri dari 655 dokter spesialis, 628 dokter umum, 129 dokter gigi, dan 1.151 bidan.

Namun demikian, rata-rata satu puskesmas masih melayani sekitar 34.763 penduduk. Menurut Asroni, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan pelayanan kesehatan primer agar kebutuhan masyarakat dapat terlayani secara optimal.

Ia juga menyoroti masih adanya tantangan pemerataan layanan kesehatan, terutama di kawasan pinggiran kota yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan berkualitas.

Asroni menegaskan bahwa pemerintah daerah sendiri telah mengakui pendidikan dan kesehatan sebagai isu strategis pembangunan dalam RPJMD 2025–2029. Karena itu, penguatan pelayanan dasar harus menjadi prioritas dalam pembangunan lima tahun ke depan.

"Memasuki usia ke-344 tahun, Bandar Lampung harus semakin mengedepankan pembangunan yang berpusat pada manusia. Pembangunan fisik tetap penting, tetapi pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama," tegasnya.

Ia berharap Bandarlampung dapat terus berkembang tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

"Keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari gedung yang megah atau jalan yang lebar, tetapi dari kemampuan menghadirkan pendidikan yang bermutu, kesehatan yang berkualitas, dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warganya," pungkasnya.( Hajim).

Berita Terkini