SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pengprov Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Jateng hanya akan mengirimkan tim putra ke PON Aceh-Sumut, kendati tim putrinya juga lolos dalam babak kualifikasi PON.
Langkah tersebut ditempuh ABTI untuk menyesuaikan kebijakan KONI Jateng, yang hanya memberikan kuota pelatda bagi satu tim bola tangan, yaitu putra atau putri.
''Kami akhirnya memilih tim putra dengan pertimbangan hasil kualifikasi, aspek daya saing dan peluang medali di PON. Apalagi materi tim putra, juga relatif lebih banyak pilihan,'' kata Ketua Umum ABTI Jateng Joko Pranawa Adi di sela-sela acara Rapat Kerja ABTI Jateng di Semarang, Minggu 25 Februari 2024.
Baca juga: 663 Peserta Siap Bersaing pada Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Rektor USM
Joko tak menampik keputusan memilih salah satu tim, memang berat. Pasalnya, ABTI juga ingin ingin memberikan kesempatan kepada tim putri untuk ikut berjuang membela Jateng di arena PON.
''Ya kecewa juga. Sebetulnya kami siap menghimpun dana, bahkan anak-anak juga akan 'urunan' demi tim putri berangkat ke PON. Tapi upaya berangkat secara mandiri ini tak diizinkan. Ya kami menghormati kebijakan KONI, tentu itu melalui pertimbangan masak, misalnya kalkulasi anggaran, dan lain-lain,'' ujar Joko didampingi Asisten Pelatih Ryan Kurniawan.
Joko sendiri siap melaksanakan pelatda PON yang disiapkan KONI dan membantu kepentingan Jawa Tengah. Pihaknya tetap fokus, fight dan tidak setengah-setengah. Tim putra yang disiapkan pada PON 2024 mengusung target medali.
Baca juga: 300 Peserta Antusias Lari Bersama BUMN Runners di CFD Sudirman Jakarta
Prinsipnya, tandas Joko, tim bola tangan Jateng bertekad 'pecah telur' untuk pertama kalinya meraih medali pada ajang PON.
Faktor Mental
Di bagian lain, Asisten Pelatih Ryan Kurniawan menyebut, pihaknya akan memulai pelatda PON pada Maret secara desentralisasi di daerah masing-masing. Baru pada Juli dan Agustus, sesuai program KONI, pihaknya akan melaksanakan pelatda sentralisasi di Semarang. Bola tangan sendiri mendapatkan kuota delapan pemain untuk pelatda PON.
Terkait pelatda PON, ABTI memanggil 20 pemain, nantinya akan diciutkan menjadi 16 atlet.
''Ada tiga venue yang kami siapkan, di lapangan Polsek Ngaliyan, Manunggal Jati, dan kami tengah melobi agar bisa menggunakan venue GOR Jatidiri,'' tambah mantan pemain nasional itu.
Baca juga: 7 Ide Jualan di Bulan Puasa, Modal Sedikit untung Selangit
Soal apa saja yang bakal difokuskan selama mengasah tim putra Jateng? Ryan mengatakan, dari segi teknik, mungkin lebih banyak penajaman pada taktik strategi. Kecuali itu, pihaknya akan fokus juga pada mental bertanding.
''Komposisi pemain putra, sejauh ini masih banyak muka lama yang eks PON Papua. Sekitar 70 persen, dan ada juga yang eks pemain timnas. Tapi akan terus menguatkan mental pemain,'' tandasnya.
Terkait try out, pihaknya berharap ke luar negeri. Jika tak memungkinkan, kemungkinan besar ke Jakarta.
Sementara itu, Rapat Kerja ABTI yang diikuti 70 utusan se-Jateng, dibuka oleh Kabid Binpres KONI Jateng Rumini mewakili ketua umum KONI. Rapat kerja kali ini mengangkat tajuk ''Bergerak Bersama Menuju Prestasi Bola Tangan Jateng di PON Aceh-Sumut 2024''.
Baca juga: Wulan Guritno Bagikan Tips Awet Muda
Dalam sambutannya, Rumini berharap pembinaan ABTI terus bergulir, organisasi makin solid, dan bola tangan mampu unjuk gigi di PON dengan meraih medali.
Selain sosialisasi terkait Pelatda PON, evaluasi keanggotaan organisasi, hasil rapat kerja telah menyusun sejumlah program kerja. Diantaranya pembentukan tim manajemen pelatda, pengiriman wasit lisensi B, menggelar kejurprov junior, dan penyelenggaraan Jateng Handball League 2024 U-23. (Aji)
