Helo Indonesia

Pj Gubernur Jateng Resmikan Kantor Sekretariat di Undip, Minta Asosiasi Tenis Profesor Harus Menyala

Ajie - Olahraga
Minggu, 9 Februari 2025 18:51
    Bagikan  
Pj Gubernur Jateng Resmikan Kantor Sekretariat di Undip, Minta Asosiasi Tenis Profesor Harus Menyala

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana saat meresmikan kantor sekretariat ATPI di Undip. Foto: pemprov

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, ikut memeriahkan pertandingan ekshibisi pada pembukaan Festival Tenis Profesor, di Lapangan Tenis, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Semarang, Sabtu 8 Februari 2025.

Usai pertandingan, Nana dan para guru besar yang tergabung dalam Asosiasi Tenis Profesor  selanjutnya  meresmikan kantor sekretariat asosiasi tersebut di kampus Universitas Diponegoro (Undip). Dengan dibukanya kantor itu, Nana berharap, asosiasi terusebut lebih serius dalam mengelola organisasinya.

“Saya harap (kiprahnya) menasional. ATP (Asosiasi Tenis Profesor) harus murup (menyala),” ucapnya, seperti dikutip dari jatengprov.go.id.

Baca juga: Pasangan Guru Besar Unesa Berjaya di Festival Tenis Profesor 2025, Rektor Unimus Juara III

Anggota yang tergabung dalam ATP, lanjut Nana, sudah dari berbagai provinsi di Indonesia. Ia meyakini, dengan pengelolaan organisasi yang baik, ke depan akan semakin maju dan mampu menggali bibit-bibit atlet potensial yang membanggakan.

“Untuk menjadi profesional, harus banyak event yang dilaksanakan,” kata Nana.

Di bagian lain, Ketua Asosiasi Tenis Profesor periode 2025-2029, Suharnomo mengatakan, organisasi itu diharapkan bisa berkontribusi positif pada dunia tenis Indonesia.

“Mudah-mudahan sedikit banyak bisa berkontribusi pada dunia tenis di Indonesia,” kata rektor Undip ini.

Baca juga: Ratusan Warga Berebut Sumpil Eyang Pakuwojo di Kaliwungu

Sementara, Sekretariat Jenderal Asosiasi Tenis Profesor, Masrukhi mengatakan, Festival Tenis Profesor yang digelar di Kota Semarang itu, sekaligus sebagai wadah para akademisi untuk bertukar gagasan.

“Profesor adalah insan terpelajar, mereka cukup banyak memiliki gagasan. Bisa saling tukar pikiran, mungkin ada gagasan tertentu yang bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Rektor Unimus itu. (Aji)