Helo Indonesia

PAD Bandarlampung Baru 40 Persen, Bapenda Tetap Optimistis Tembus Target Rp1,2 Triliun

1 jam 19 menit lalu
    Bagikan  
PAD Bandarlampung Baru 40 Persen, Bapenda Tetap Optimistis Tembus Target Rp1,2 Triliun

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandarlampung, Yusnadi Ferianto.( Foto Hajim).

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung masih menghadapi tantangan besar dalam mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1,2 triliun.

Hingga Mei 2026, realisasi PAD tercatat baru mencapai sekitar 40 persen dari target yang telah ditetapkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandarlampung, Yusnadi Ferianto, mengatakan target PAD tersebut terdiri dari penerimaan pajak daerah sebesar Rp945 miliar yang dikelola Bapenda, sementara sisanya berasal dari retribusi yang menjadi kewenangan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Target PAD tahun 2026 sebesar Rp1,2 triliun. Untuk target pajak yang dikelola Bapenda sebesar Rp945 miliar, sedangkan sisanya berasal dari retribusi yang dikelola OPD," ujar Yusnadi, Senin (8/6/2026).di ruang kerjanya.

"Meski capaian PAD secara keseluruhan masih berada di angka 40 persen, penerimaan dari sektor pajak daerah menunjukkan tren yang lebih positif. Dari target pajak sebesar Rp945 miliar, realisasi hingga saat ini telah mencapai sekitar 45 persen," katanya.

Menurut Yusnadi, pajak daerah yang dikelola Bapenda berasal dari sembilan jenis pajak yang menjadi sumber utama pendapatan daerah. Karena itu, pihaknya terus melakukan berbagai langkah percepatan untuk memastikan target penerimaan dapat tercapai hingga akhir tahun.

"Khusus pajak, realisasinya sudah 45 persen dari target Rp945 miliar. Kita terus mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak serta mengoptimalkan pengawasan terhadap potensi pendapatan yang ada," terangnya.
Bapenda juga mengintensifkan berbagai strategi optimalisasi pendapatan, mulai dari pendataan objek pajak hingga penguatan pengawasan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan penerimaan daerah pada semester kedua tahun ini.

"Kita berupaya terus, kita dorong percepatan sehingga di akhir tahun nanti targetnya bisa tercapai," tambahnya.

"Di tengah besarnya pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan, Yusnadi mengaku tetap optimistis target PAD tahun 2026 dapat direalisasikan sesuai rencana."Ya, kita optimis target itu bisa tercapai di tahun ini," tegasnya.

Optimisme tersebut muncul di tengah sorotan DPRD Kota Bandar Lampung terhadap kinerja PAD tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, realisasi PAD hanya mencapai Rp966,99 miliar atau 64,23 persen dari target sebesar Rp1,5 triliun.

"Rendahnya capaian tahun lalu menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai program pembangunan, pelayanan publik, serta berbagai agenda strategis lainnya," tuturnya.

"Dengan sisa waktu tujuh bulan hingga akhir tahun, Pemkot Bandar Lampung kini dituntut bekerja lebih keras agar target PAD 2026 tidak bernasib sama seperti tahun sebelumnya," tutup Yusnadi.( Hajim).