SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Ketua Umum KONI Jawa Tengah Bona Ventura Sulistiana berharap kepengurusan KONI Jateng 2025-2028 bisa catat prestasi olahraga lebih baik daripada yang dicapai pada PON XXI Aceh – Sumatera Utara 2024 lalu.
Keinginannya tersebut disampaikan saat memberi sambutan pada Halalbihalal Pengurus dan Staf KONI Jateng di Semarang, Kamis pagi 10 April 2025.
‘’Saya berharap pengurusan baru untuk empat tahun ke depan agar lebih bagus prestasinya dibanding kepengurusan saat ini,’’ katanya.
Baca juga: 67 Peserta Ikuti Seleksi Kakang Mbekayu 2025, Siap Promosikan Desa Wisata Purbalingga
Pada kesempatan tersebut Bona menyampaikan Jawa Tengah pada PON Aceh Sumatera Utara 2024 telah mendapatkan 71 medali emas, 74 perak dan 115 perunggu. ‘’Prestasi ini merupakan raihan terbaik Jawa Tengah selama mengikuti ajang PON.’’
Ia menyebut, ini merupakan pelaksanaan terakhir pada masa kepengurusannya. Sebab kepengurusan KONI Jateng 2021-2025 akan berakhir pada Desember 2025.
Dalam acara yang digelar di Ruang Rapat KONI Jateng itu dihadiri Kadisporapar Jateng Agung Hariyadi, Sinoeng Nugroho Rachmadi (Kadisporapar Jateng 2019-2023) serta Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi yang sekaligus memberi tausiyah.
Diundang para ketua umum Pengprov cabang olahraga yang berkantor di Kompleks GOR Jatidiri Semarang seperti Yoyok Sukawi (Ketua Asprov PSSI), Helly Sulistiyanto (Wakil Ketua Umum Perbakin), Iswoyo (Sekum Pengprov PBSI) dan beberapa perwakilan dari taekwondo, tenis meja, renang, panahan, balap motor dan squash.
‘’Mohon maaf, kami hanya mengundang pengurus cabang olahraga yang berkantor di Kompleks GOR Jatidiri. Kalu semua kami undang, tentu ruangan ini tidak cukup menampung tamu,’’ tandasnya.
Baca juga: Merawat Alam, Pemkot Semarang Kembali Gelar Prosesi Sesaji Rewanda
Untuk kepengurusan KONI mendatang, tanggung jawab utamanya adalah menyiapkan atlet ke PON 2028 di NTB – NTT.
Di bagian lain, Kadisporapar Agung Hariyadi sependapat dengan Bona. Dia pun berharap Jateng bisa memperbaiki peringkat pada PON 2028. ‘’Di Aceh – Sumut kita peringkat kelima. Paling tidak bisa ke peringkat keempat, bahkan kalau mungkin ke peringkat ketiga,’’ harapnya.
Peduli Sesama
Dalam tausiyah Kiai Ahmad Darodji mengatakan, dalam suasana bulan Syawal tahun 1446 Hijriah ini, agar saling bermaafan dan mempererat silaturahmi. ‘’Permintaan maaf dapat disampaikan melalui SMS, kartu Lebaran, atau pertemuan langsung, sebagai wujud kebersamaan dan kasih sayang guna menjalin silaturahmi.’’
Ahmad Darodji yang juga ketua Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah juga mengutarakan tentang pengumpulan dan pemberian zakat.
Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga wujud peduli dan empati terhadap sesama manusia yang membutuhkan, mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
‘’Kita sangat perlu dengan memberikan zakat kepada orang yang berhak menerimanya. Karena dengan zakat tersebut akan muncul kepedulian dan meningkatkan persaudaraan,'' tambahnya. (Aji)
