KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Sebanyak tujuh cabang olahraga (cabor) hingga Rabu, 22 Oktober 2025, telah rampung dipertandingkan dalam kontestasi PON Bela Diri 2025 di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus.
Kontingen Jawa Tengah (Jateng) sementara bertengger pada posisi ketiga dengan total 71 medali, yang terdiri atas 18 emas, 20 perak, dan 33 perunggu.
Pemuncak klasemen masih diduduki Jawa Barat dengan 27 emas, 10 perak, dan 27 perunggu. Posisi kedua ditempati DKI Jakarta dengan 24 emas, 14 perak, dan 23 perunggu, sedangkan Kalimantan Timur membayangi Jateng di tempat keempat dengan 15 emas, 15 perak, dan 27 perunggu.
Rincian 18 medali emas Jateng diperoleh dari cabang pencak silat (6 emas), sambo (5 emas), taekwondo (4 emas), tarung derajat (2 emas), dan judo (1 emas).
Baca juga: Utamakan Regenerasi, 70 Persen Atlet Muda Isi Tim Wushu Jateng di PON Bela Diri
Mulai Kamis (23/10) hingga Minggu (26/10), pertandingan memasuki tahap terakhir yang memanggungkan tiga cabor tersisa, yakni karate, jujitsu, dan wushu. Karate mulai dipertandingkan Kamis hari ini, 23 Oktober 2025, sedangkan jujitsu dan wushu baru temu teknik, dan dimainkan Jumat besok 24 Oktober 2025.
Ketua Panitia PON Bela Diri 2025 sekaligus Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno, menyampaikan bahwa hingga saat ini pelaksanaan PON Bela Diri di Kudus berjalan baik dan lancar.
“Tahap pertama dengan empat cabang olahraga, yakni taekwondo, judo, tarung derajat, dan gulat, serta tahap kedua meliputi pencak silat, kempo, dan sambo, telah selesai dilaksanakan dengan sukses. Kini memasuki tahap ketiga yang mempertandingkan karate, jujitsu, dan wushu. Semua pertandingan berlangsung cukup ketat. Mari kita tutup dengan baik,” ujarnya kepada wartawan di Media Center Djarum Arena Kaliputu, kemarin.
22 Provinsi Raih Emas
Suwarno menambahkan, hingga kini hampir seluruh provinsi peserta telah meraih medali, baik emas, perak, maupun perunggu. Namun, hanya 22 provinsi yang berhasil merebut medali emas, di antaranya Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Aceh, Papua, dan Papua Barat.
“Penyebaran prestasi dalam cabang olahraga bela diri ini cukup merata. Kami berharap di tiga cabor tersisa, provinsi yang belum meraih emas masih memiliki peluang karena masih banyak nomor yang dipertandingkan,” jelasnya.
Baca juga: Cara Efektif Mengenalkan Anak-anak Gen Z untuk Menyukai Minuman Sehat Rempah-rempah Khas Nusantara
Dalam kesempatan tersebut, Suwarno juga menyampaikan apresiasi kepada Prada Swara Production, tim yang ditugasi Djarum Foundation untuk mendukung pelaksanaan acara, mulai dari penyediaan peralatan pertandingan, pengelolaan lapangan, hingga menghadirkan tenant UMKM kuliner yang beragam.
“Peran Prada Swara Production sangat membantu kelancaran kegiatan ini. Semoga pengalaman di Kudus ini menjadi pembelajaran berharga,” ucapnya.
Ia juga berterima kasih kepada Djarum Foundation dan sejumlah rumah sakit mitra yang turut bekerja sama dengan KONI dalam mendukung pelaksanaan PON Bela Diri 2025. (Aji)
