SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Ketua Umum KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko membuka secara resmi turnamen padel bertajuk Padel Cult di Padel Connection, Kota Semarang, Sabtu 24 Januari 2026.
Kompetisi tersebut dihadiri 16 influencer nasional serta diikuti sekitar 200 peserta, yang berasal dari berbagai daerah, seperti Semarang, Bandung, dan Jakarta.
Baca juga: Dinilai Multievent Krusial, Ketua DPRD Jateng Siap Dukung Porprov 2026
Dalam sambutannya, Sujarwanto mengaku senang gairah olahraga padel di Kota Semarang dan Jateng secara keseluruhan, cukup positif. Dia bahkan memuji terkait antusias peserta yang mengikuti turnamen ini.
"Ternyata antusiasnya sangat besar. Ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mengikuti acara ini. Padel memang saat ini menjadi olahraga yang sangat populis di kota-kota besar," katanya usai membuka acara.
Ditambahkan dia, olahraga padel saat ini juga sudah menjadi bagian dari cabang olahraga yang masuk dalam naungan KONI. Di PON XXI Aceh-Sumut 2024, padel juga sudah dipertandingkan sebagai salah satu cabang olahraga eksebisi. Harapannya jika sudah banyak kepengurusan di daerah dan perkembangan atlet di daerah juga besar, padel akan bisa dipertandingkan di PON mendatang.
"Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) adalah anggota resmi Komite Olahraga Nasional Indonesia. PBPI diterima sebagai anggota ke-74 pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI tahun 2024. Untuk di daerah, PBPI Jateng juga sudah terbentuk, dan dalam proses pengesahan di KONI Jateng," katanya.
Sementara penanggung jawab turnamen, Anastasia Lyra mengatakan, Padel Cult menjadi turnamen padel berskala besar pertama yang digelar di Semarang. Antusiasme peserta pun dinilai sangat tinggi.
“Turnamen ini dihadiri 16 influencer nasional. Ini pertama kalinya di Semarang dan pesertanya sekitar 200 orang, sebagian besar dari luar kota. Jadi sekaligus membuka potensi Semarang dan kota-kota lainnya,” ujar Anastasia.
Agenda Berkelanjutan
Dia menjelaskan, Padel Cult direncanakan akan menjadi agenda berkelanjutan dan tetap digelar di Semarang. Ke depan, pihak penyelenggara juga akan menghadirkan influencer maupun artis yang berbeda di setiap edisi.
“Rencananya akan selalu di Semarang, nanti ada lanjutan Padel Cult lagi dengan influencer atau artis yang berbeda,” jelasnya.
Baca juga: Ning Nawal Gandeng Psikologi Undip untuk Kembangkan Posyandu dan PAUD Jateng
Pemilihan Semarang sebagai lokasi turnamen bukan tanpa alasan. Menurut Anastasia, demam olahraga padel tengah berkembang pesat di kota ini, namun belum pernah ada turnamen besar yang mewadahinya.
“Kami melihat di Semarang banyak sekali perkumpulan yang sedang demam padel. Tapi belum ada turnamen besar, itu yang membuat kami tertarik menggelarnya di sini,” katanya.
Padel Cult mempertandingkan beberapa kategori, yakni Men Bronze, Women Lower Bronze, dan Women Beginner.
Selain itu, terdapat Influencer Match serta Exhibition Fun Sparring Match, yang mempertemukan atlet dan pemain silver asal Semarang melawan influencer dari Jakarta.
Baca juga: Agustina Ingin Bank Sampah Alamanda Direplikasi Wilayah Lain di Semarang
Ia berharap melalui Padel Cult, masyarakat luas dapat melihat potensi besar olahraga padel di Semarang, meskipun sebagian besar pemain masih berstatus amatir.
“Harapannya orang-orang tahu bahwa di Semarang ternyata banyak pemain padel, walaupun masih amatir dan bukan atlet profesional,” tuturnya.
Sebanyak 16 influencer nasional dari Jakarta, Surabaya, dan Bandung turut meramaikan ajang ini, di antaranya Kezia Clarita, Elikaboen, Ashley Kentjana, Tere Lie, Pricilia Setio, Patricia Steffany, Dewwi, Diana Halim, Nita Sofiani, Laissti, Jessica Sylvia, Villi Su, Inayma, Mell Setiawan Maven, Odelyn Mackenzie, dan Ashley Michelle. (Aji)
