Helo Indonesia

JPE Pertahankan Gelar Juara Proliga, Megawati Sabet MVP & Opposite Hitter Terbaik

Ajie - Olahraga
1 jam 32 menit lalu
    Bagikan  
JPE Pertahankan Gelar Juara Proliga, Megawati Sabet MVP & Opposite Hitter Terbaik

Selebrasi pemain Jakarta Pertamina Enduro saat juara Proliga 2026 dan Megawati Megatron Hangestri yang memborong gelar MVP dan Opposite Hitter Terbaik

YOGYAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Tim putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) sukses mempertahankan gelar juara di panggung bola voli kasta tertinggi tanah air, Proliga 2026 usai mengkandaskan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di laga Grand Final Leg 2, Sabtu 25 April 2026.

Berlaga di GOR Amongrogo, Yogyakarta yang bergemuruh, sang "Dream Team" JPE menunjukkan mentalitas juara sejati. Tanpa ampun, mereka memupus asa Phonska Plus dengan skor telak 3-0 (25-19, 25-23, 25-21). Hasil ini menyempurnakan kemenangan JPE pada leg pertama sehari sebelumnya (3-1), mengunci agregat dominan yang tak terbantahkan.

Baca juga: Perkuat Promosi Desa Wisata, DSI Undip Bekali Warga Nongkosawit Teknologi Gemini AI

Kejayaan JPE makin mengkilap dengan dinobatkannya megabintang Megawati Hangestri Pertiwi yang dijuluki Megatron dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) yang sekaligus opposite hitter terbaik. Selain itu diikuit Irina Voronkova dan Wilma Salas sebagai best outside hitter terbaik. MVP sering dianggap sebagai pemain kunci yang membawa pengaruh besar terhadap kemenangan tim.

Menghadapi Phonska kemarin, JPE langsung menurunkan kekuatan penuh mereka. Dream team yang diisi oleh Megawati Hangestri, Irina Voronkova, Wilma Salas, Tisya Amallya, Rissa Mega, dan Nurlaili tampil menekan sejak servis pertama dilakukan.

​Phonska Plus yang mengandalkan motor serangan Medi Yoku, Arnetta Putri, dan dua legiun asing, Annie Mitchem serta Oleksandra Bytsenko, sebenarnya mencoba memberikan perlawanan seimbang. Namun, rapatnya barisan pertahanan JPE membuat upaya serangan Medi Yoku dkk seringkali membentur tembok kokoh. JPE menutup set pertama dengan keunggulan meyakinkan 25-19.

​Memasuki set kedua, tensi pertandingan meningkat. Gresik Phonska Plus tampil lebih berani dan spartan. Kejar-mengejar angka terjadi sepanjang set ini, bahkan anak-anak Gresik sempat beberapa kali menyamakan kedudukan dan mengancam momentum JPE.

Namun, kematangan mental JPE berbicara. Trio maut mereka—Megawati, Irina Voronkova, dan Wilma Salas—menjadi pembeda dengan sumbangan poin-poin krusial di masa kritis. Meski Phonska Plus memberikan perlawanan habis-habisan, JPE tetap mampu mengamankan set kedua dengan skor tipis 25-23.

​Tertinggal dua set membuat mental para pemain Phonska Plus goyah. Di sisi lain, JPE yang hanya butuh satu set lagi untuk mengunci gelar juara tampil semakin beringas. Sejak awal set ketiga, perolehan angka JPE selalu memimpin jauh meninggalkan lawan.

​Sempat unggul jauh 23-17 di fase akhir, JPE tak memberikan ruang bagi lawan untuk bangkit. Pertandingan akhirnya ditutup dengan smes keras yang gagal diantisipasi pertahanan Phonska Plus, mengakhiri set ketiga dengan skor 25-21.

​Kemenangan ini melengkapi dominasi JPE sepanjang musim 2026. Kehadiran Megawati Hangestri yang dipadukan dengan kualitas pemain kelas dunia seperti Voronkova dan Wilmai Salas terbukti menjadi formula mematikan bagi lawan-lawan mereka.

Bermain Sabar

Selepas laga pelatih JPE Bullent Karsioglu mengatakan, pertama kali dia sampaikan kepada tim harus sabar, "Seperti saya sampaikan, kami selalu bermain sabar, dan hasilnya kita tahu semua, kita juara hari ini," kata Bullent.

Ia juga menegaskan, "Jika kami diberi kesempatan oleh federasi, Pertamina siap mewakili Indonesia di kancah internasional. Karena di tim ini banyak pemain potensial," tukas Bullent Karsioglu.

Sementara itu salah satu andalan JPE, Megawati mengaku bersyukur atas kemenangan ini, "Yang saya syukuri selain kemenangan hari ini, teman-teman bermain sangat bagus," kata Megawati.

Sementara itu pelatih Phonska Plus, Alessandro Lodi mengatakan final ini memang Pertamina adalah tim terbaik, "Tanpa diskusi pun saya mengakui Pertamina adalah tim terbaik," kata Lodi.

Baca juga: Dosen FT USM Nur Fithriani Raih Doktor, Teliti Rahasia Beton SCC Mutu Tinggi Berserat Baja

Ia juga mengatakan, sebenarnya timnya sudah berusaha memperbaiki penampilan,"Sekali lagi Pertamina tim yang baik, kita pun untuk melawan perlu performa yang luar biasa," tukas Alessandro Lodi.

Dengan gelar juara ini, JPE akan menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp 400 juta serta piala. Sedangkan Phonska sebagai runner-up menerima Rp 250 juta plus piala.

Ini merupakan gelar keempat kali yang diraih JPE sejak keikutsertaan 2013. Yakni 2014, 2018, 2024, dan 2026.

Sedangkan bagi Gresik Phonska Plus, sejak mengikuti Proliga dari awal (2002) belum sekalipun meraih tropi juara.

Megabintang Megatron atau Megawati Hangestri Pertiwi dinobatkan sebagai MVP yang sekaligus opposite hitter terbaik. Selain itu diikuit Irina Voronkova dan Wilma Salas sebagai best outside hitter terbaik.

Selain ketiganya ada Shindy Sasgia yang terpilih sebagai middle blocker terbaik bersama pemain Gresik Phonska Plus, Geofanny Eke Cahyaningtyas.

Kemudian ada dua pemain Gresik Phonska Plus lainnya, Arnetta Putri sebagai setter terbaik dan Yulis Indahyani sebagai Libero terbaik. Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bullent Karslioglu terpilih sebagai pelatih terbaik Proliga 2026.

Peringkat 4 besar Proliga 2026 putri:
1. Jakarta Pertamina Enduro
2. Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia
3. Jakarta Popsivo Polwan
4. Jakarta Electric PLN Mobile.

Daftar Pemain Terbaik Putri

Most Valuable Player (MVP)
- Megawati Hangstri (Pertamina Enduro)

Opposite Hitter Terbaik
- Megawati Hangestri (Pertamina Enduro)

Outside Hitter Terbaik
- Irina Voronkova (Pertamina Enduro)
- Wilma Salas/Alishanova (Pertamina Enduro)

Middle Blocker Terbaik
- Shindy Sasgia (Pertamina Enduro)
- Geofanny Eke Cahyaningtyas (Gresik Phonska Plus)

Setter Terbaik
- Arnetta Putri (Gresik Phonska Plus)

Libero Terbaik
- Yulis Indahyani (Gresik Phonska Plus)


Pelatih Terbaik
- Bullent Karslioglu (Pertamina Enduro)

(Aji)