Gebrakan TI Jateng, Bantu Matras Demi Dongkrak Prestasi Taekwondo di Daerah Tertinggal

Senin, 30 Maret 2026 21:43
Penyerahan bantuan matras dari Pengprov TI Jateng untuk tiga di daerah yang tertinggal prestasinya di cabang taekwondo

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Tengah tancap gas memacu pemerataan pembinaan atlet di seluruh kabupaten/kota. Langkah ini diambil guna memutus ketimpangan prestasi yang selama ini masih terjadi antarwilayah di Jateng.

Kondisi ini menjadikan beberapa daerah tertinggal dalam melakukan pembinaan atlet karena minimnya dojang (klub) taekwondo. Daerah yang dinilai tertinggal diantaranya Kabupaten Pekalongan, Wonogiri, dan Purbalingga. Atlet taekwondo tiga daerah tersebut kurang memiliki daya saing di Jawa Tengah.

Baca juga: Ketua dan Sekretaris Koperasi Bhakti Makmur Jaya Klarifikasi Soal Kuasa Hukum dan Pengelolaan Keuangan

Pengprov TI Jateng pun mulai mendorong percepatan pembinaan di daerah tertinggal melalui bantuan matras latihan.

Upaya pemerataan ini menjadi langkah awal untuk mengecilkan kesenjangan antar daerah, sekaligus memastikan potensi atlet taekwondo di Jawa Tengah tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

Kabid Organisasi Pengprov TI Jateng Taufik Hidayat menegaskan, persoalan utama bukan sekadar fasilitas, tetapi pemerataan pembinaan agar semua daerah memiliki kesempatan yang sama.Maka dari itu, Pengprov juga memberikan bantuan satu set matras untuk tiga daerah tersebut.

Penyerahan matras oleh Pengprov TI Jateng tersebut diterima ketua Pengkab TI tiga daerah tersebut di Dojang Taekwondo Jawa Tengah, Senin 30 Maret 2026. Hadir pula dalam kesempatan itu Kabid Binpres TI Jateng Derry Darmansyah.

''Ini stimulus awal, untuk membantu kabupaten/kota yang masih minim peralatan latihan. Kami dorong supaya bisa menyusul. Harapannya ke depan semua daerah bisa punya perwakilan atlet untuk Jawa Tengah, ujarnya.

Baca juga: 64 Atlet Ikut 9 Ball Internasional di Leng’s Billiard Bandarlampung

Di Wonogiri, persoalan pembinaan bahkan lebih kompleks karena nyaris tidak adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah maupun KONI.

Kalah Bersaing

Ketua Pengkab TI Wonogiri, Supriadi, mengungkapkan bahwa selama ini pembinaan berjalan dengan keterbatasan yang membuat mereka kalah bersaing dengn daerah lain. Di sisi lain, Pengkab TI Wonogiri juga harus mengeluarkan biaya secara mandiri karena tidak ada anggaran.

''Dari pemerintah daerah maupun KONI Kabupaten, anggaran kami bisa dibilang nol. Untuk punya matras sendiri saja sangat sulit, ungkapnya.

Supriadi menyebut perhatian dari Pengprov menjadi angin segar bagi daerahnya. ''Ini benar-benar membantu, apalagi kami termasuk yang tidak mendapat hibah. Setidaknya sekarang kami punya sarana latihan yang lebih layak,'' katanya.

Hal serupa juga dirasakan Pengkab TI Kabupaten Pekalongan. Ketua Pengkab TI Pekalongan Dodit Widodo, mengakui bahwa keterbatasan fasilitas turut memengaruhi capaian prestasi atlet. Hingga kini, daerahnya belum mampu menyumbang atlet untuk tim Jawa Tengah.

''Selama ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin dengan fasilitas yang ada, tapi memang belum bisa menembus tim Jateng,'' tambahnya. (Aji)

Berita Terkini