SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Kontingen Kabupaten Boyolali tampil sebagai juara umum cabang pencak silat dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah yang menyelesaikan babak final pada Kamis 29 Oktober 2026 di Gedung Serba Guna Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).
Boyolali memuncaki klasemen akhir (keseluruhan) di nomor tanding dan jurus dengan capaian 6 medali emas, 1 perunggu. Sedangkan tuan rumah Kota Semarang berada di urutan kedua dengan 2 medali emas 3 perak dan 6 perunggu, disusul Kota Surakarta dengan 2 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu.
Baca juga: Sentuhan Dingin Junaidi Bawa Tim Sepak Bola Kota Semarang Ukir Sejarah Baru di Porprov
Gelar juara umum yang direbut Boyolali tidak diraih dengan mudah. Pada hari pemungkas babak final, Kamis, 29 Oktober 2026, kontingen peraih empat emas di nomor jurus ini menambah pundi emas berkat penampilan garang dua pendekar mudanya: Hasan Samadani di nomor tanding kelas E putra dan Muhammad Faizal Ivanda di kelas F putra.
Hasan sukses mengunci medali emas usai menumbangkan perwakilan Kabupaten Banyumas, Yeskhie Diaz Andito. Sementara itu, Muhammad Faizal tampil tanpa kompromi di partai puncak kelas F putra dengan membekuk lawannya asal Kabupaten Karanganyar, Fachri Rahman Al Ahkam.
Tuan Rumah Berjaya di Nomor Tanding
Meski posisi puncak direbut Boyolali secara keseluruhan, kontingen tuan rumah Kota Semarang sejatinya tampil impresif di nomor tanding. Tim silat dari ibu kota provinsi ini memuncaki klasemen khusus tanding dengan torehan 2 emas, 3 perak, dan 5 perunggu.
Dua medali emas tuan rumah disumbangkan oleh Rafif Dzaky Sofiandra yang menaklukkan Arraj Avessina Abdillah (Purbalingga) di kelas C putra, serta aksi dominan Ardella Putri Windiana di kelas F putri. Pertandingan final Ardella bahkan sempat dihentikan wasit saat ia memimpin jauh dengan skor mutlak 39-9 atas lawannya asal Banyumas, Faradillah Rahmah.
Ditemui usai pengalungan medali, Rafif tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Medali emas ini didedikasikan khusus untuk kedua orang tuanya sekaligus mengusung asa besar menembus panggung nasional.
''Suatu ketika saya ingin dipanggil mewakili Jateng untuk ikut PON. Saya persembahkan emas ini untuk orangtua saya,'' ucap Rafif penuh haru, yang juga menyematkan doa dan rasa dukanya atas kepergian rekan setimnya, mendiang Ayudiah Rivana Tridiandinita.
Baca juga: Dekati 100 Emas, Kota Semarang di Ambang Juara Umum Porprov 2026
Di sisi lain, dominasi total Boyolali di tangga juara umum tak lepas dari konsistensi luar biasa mereka, termasuk memborong empat emas dari enam yang disediakan.
Pemerataan Prestasi
Technical Delegate (TD) Pencak Silat, Haris Nugroho, memuji tingkat kompetisi di Porprov tahun ini yang dinilai sangat ketat. Menurutnya, kemunculan banyak bibit baru menunjukkan bahwa pembinaan di berbagai daerah berjalan sukses.
''Porprov ini sangat kompetitif. Artinya, kita sulit memprediksi siapa yang akan tampil menjadi juara. Ini membuktikan bahwa kekuatan silat sudah merata di berbagai kabupaten/kota di Jateng,'' ungkap mantan pesilat nasional tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum II Pengprov IPSI Jateng, Indro Catur Haryono, menilai meratanya perolehan medali emas menjadi sinyal positif bagi masa depan pencak silat Jawa Tengah menuju kancah nasional.
Ia mencatat bahwa para juara yang berdiri di podium adalah mereka yang memiliki jam terbang tinggi, baik melalui pemusatan latihan daerah (Pelatda) maupun seleksi nasional (Seleknas).
Klasemen 10 Besar Porprov Silat:
No Kabupaten/Kota (Emas, Perak, Perunggu)
1. Boyolali (6-0-1)
2. Kota Semarang (2-3-6)
3.Kota Surakarta (2-3-2)
4.Kota Pekalongan (2-1-2)
5.Kabupaten Banjarnegara (2-0-3)
6.Kabupaten Klaten (2-0-0)
7.Kabupaten Purbalingga (1-4-1)
8.Kabupaten Banyumas (1-2-2)
9.Kabupaten Wonosobo (1-2-2)
10.Kabupaten Pati (1-0-3)
(Aji)