Helo Indonesia

Mengenang Bambang Ekalaya, Pejuang Palagan Pergerakan (1)

Annisa Egaleonita - Opini
Selasa, 26 Desember 2023 17:54
    Bagikan  
Mengenang Bambang Ekalaya, Pejuang Palagan Pergerakan (1)

Bambang Ekalaya paling kanan bersama Munir dan Munarman (Foto Dok/Helo)

Oleh Muzzamil*

LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM -- Bambang Ekalaya alias BE telah empat hari meninggalkan kita. Namun, kenangannya, tak akan lekang. Dia ikut menorehkan catatan sejarah perubahan dari Orde Baru ke Orde Reformasi pada tahun 1998.

Aktivis demokrasi yang wafat pada Jumat (22/12/2023) dimakamkan di Jl Tirtasari I, Desa Wayhuwi, Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Rumah BE di Perum Bumi Sawangan Indah 2, Jl. Bougenville 22 Blok A4, Sawangan, Depok, Jawa Barat.

undefined
Putra bungsu almarhum menuang air ke tanah makam, disaksikan kedua kakak, dan istri mendiang. (Foto Muzzamil/Helo)

Para aktivis se-era BE berkumpul ikut mengantarkannya ke tempat peristirahatannya terakhir. Mereka terbawa suasana sehingga seolah memutar kembali mesin waktu ke masa perjuangan yang susah senang bersama mendiang.

Baca juga: Sapa Kader PAN di Kendal, Zulhas Sebut Jokowi adalah PAN


Kendati ada gurauan kecil antarmereka, terekam kamera, beberapa darinya sembab mata. Sesekali menyeka mata. Lantaran nama besar BE, mancung tinggi tegap, ikut gelayuti alam sadar mereka. BE telah tiada.

Heru, rekan BE berkisah singkat sepak terjang BE yang karib dengannya dan sesama sejawat yang kini berhimpun jadi anggota Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI).

Kisah Heru, BE memang "kompor beledug", agitator tulen. Heru bilang, BE selain bergiat di Menwa nun dia ketahui lebih aktif berorganisasi di HMI dan Senat Mahasiswa UBL itu, suka melempar wacana progresif di kalangan mahasiswa.

Heru tak salah. Medio 1994 BE satu-satunya asal UBL dan 8 mahasiswa FISIP Unila, pakai taktik perlawanan pasif (passive resistance) menggelar renungan suci di Taman Makam Pahlawan Tanjungkarang, Bandarlampung.

Baca juga: Alat Canggih ini Mau Dipakai Roy Suryo Ungkap Suara Misterius Saat Gibran Debat Cawapres


Dia juga bersolidaritas atas perjuangan warga Wayhuwi atas penggusuran lahan sekitar 300 hektaran secara sewenang oleh pengusaha PT Budi Tata Semesta dengan ganti rugi per meter persegi seharga Rp5.

Renungan suci dukung perjuangan warga dalam kasus tanah lima perak ini tegang, dibawah sorot mata tajam dan moncong senjata aparat bahkan sebelum acara mulai. BE Cs ditangkap dan diinterogasi oleh Kapolres dan Dandim di Mapolres Bandarlampung.

"Lebih baik melapor pada arwah para pahlawan bahwa telah terjadi ketidakadilan di tanah yang mereka perjuangkan dulu," kutipan testimoni salah satu yang diangkut truk militer itu, mahasiswa FISIP Unila cum Pemred SKM Teknokra Unila, Zulkarnain Zubairi.

Pinjam istilah sekarang, kasus tanah lima perak Way Huwi ini viral sekurun 1994-1998. Bahkan komisioner Komnas HAM Dr Albert Hasibuan sampai bolak-balik beberapa kali memonitor progres penyelesaian.

Baca juga: Yakin Prabowo-Gibran Unggul di Jateng, TKN: Rakyat Bosan dan Jenuh dengan PDIP


BE berdiri di sana, di tengah massa, bela hak mereka. Pun hingga hadir dan lahirnya LBH Bandarlampung, serestu advokat gaek yang pernah menahkodai Ikadin Bandarlampung, nyaleg PAN Pemilu 1999: Sakurayati, kepada Dedy Mawardi untuk buka cabang: Pos LBH Bandarlampung sub dari LBH Palembang.

Hadirnya YLBHI-LBH untuk beri bantuan hukum, memperjuangkan hak rakyat miskin, buta hukum dan korban pelanggaran HAM, lantaran kemiskinan struktural di Indonesia buat rakyat tak mampu mengakses keadilan (bantuan hukum), di era rezim represif, jelas "darah segar".

Empat aparat intel tentara-polisi pernah pula membawa BE ke markas tentara. Dia dipaksa tanda tangan pembatalan deklarasi. Esoknya BE disurati polisi dijerat pasal karet 510 KUHP nun BE melawan menolak datang.

Baca juga: 7 Wisata Paling Populer dan Kekinian di Pulau Bali untuk Rayakan Tahun Baru


Sejarah mencatat, di Lampung, BE kader pertama PRD, partai politik progresif yang diklaim lahir dari rahim penghisapan ekonomi dan penindasan politik rezim kapitalis-militeristik Orde Baru Soeharto.

Siang berdemonstrasi, memimpin aksi massa rakyat lintas sektor, malam diskusi dan evaluasi aksi, hingga cetak selebaran. Itulah jejak singkat pergerakan BE. (Bersambung)

*Aktivis Reformasi