Helo Indonesia

Aprozi Alam Gebrak Pohon Beringin, Power Rangers Bersatu

Herman Batin Mangku - Opini
Rabu, 29 Januari 2025 12:48
    Bagikan  
.
Helo Lampung

. - HBM

Oleh Herman Batin Mangku*

SETIAP dinamika partai politik, bagi sebagian orang, menarik disimak karena suka tidak suka terkait masa depan bangsa, daerah, dan dirinya sebagai rakyat. Apalagi sekelas Partai Golkar (PG), partai yang selalu gagah melampaui berbagai karakter penguasa negeri.

Sejak Orde Baru, partai ini terbukti dapat menjadi golden ticket berlayar menuju tampuk kekuasaan di pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, baik di legislatif maupun eksekutif. Para politikusnya jago-jago manuver, hari ini musuh besok kawan itu biasa saja.

Apalagi soal dua kaki dan sekitoan, piawai banget keknya. Para kader partai ini sudah khatam "tidak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanya kepentingan abadi". Saya yakin mereka juga "sangat" paham politik itu bukan ideologi, melainkan tujuan.

Di Sang Bumi Ruwa Jurai, eskalasi jelang Musda DPD 1 Golkar Lampung yang rencana digelar 23 Februari nanti jadi ritual lima tahunan dan seperti biasa: hot dan sangat dinamis. Kali ini, pemantiknya "anak muda" Aprozi Alam.

Saat para pendekar lainnya operasi senyap, diam-diam merayap, tiba-tiba plok Aprozi Alam ngegotong 12 DPD II lapor ke DPP PG ke Jakarta, Rabu (22/1/2025). Dengan modal 12 DPD kabupaten/kota, kemenangan sudah di depan mata pendekar asal Kotabumi ini.

Tak bisa senyap-senyapan , tak ada waktu lagi wacana-wacanaan manjangin tali kolor, kawan sudah single fighter menerobos pucuk kekuasan di Jakarta, empat tokoh calon ketua DPD 1 PD Golkar Lampung lainnya langsung manuver.

"Pura-pura" tak sengaja ketemu nyore di rumah Sekretaris PD Golkar Lampung di rumah Ismet Roni di Jl KH Masmansyur, Rawalaut, Enggal, Kota Bandarlampung, Senin sore (27/1/2025).

Masih ada tah yang percaya keempat tokoh yang sama-sama jagoan itu ketemu tak sengaja? Apalagi pake sengaja pose foto bareng menyatukan kepalan tangan bak Power Rangers -- para pahlawan penyelamat dalam film animasi anak-anak.

undefined

Mereka adalah Hanan A. Rozak (anggota Komisi IV DPR RI), Rycko Menoza (Komisi VII DPR RI),  Abi Hasan Muan (Wakil Ketua DPD Golkar/Ketua KAHMI), dan Ismet Roni (sekertaris Golkar/Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung).

Bisa jadi, usai pertemuan para orang sibuk itu, mereka bagi tugas untuk mengepung DPP Golkar menjegal manuver Aprozi Alam. Abi Hasan bisa jadi dapat tugas melobi Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Hanan A Rozak meyakinkan Adies Kadir, Ricko Menoza bisikin Muhammad Sarmuji, dan Ismet Roni membuka hati Kahar Muzakir.

Pendekar senior Alzier Dianis Thabranie (ADT) yang sejak awal terang-terangan ingin mengembalikan kekuasaan periode ketiganya yang "disembelih" di tengah jalan pada tahun 2016, bersatu dalam satu visi dengan mereka berempat. Klop bak lima hero Power Rangers yang menguasai angin, api, dan tanah.

"Cukup lima menit, bisa disilet, pasti berubah, jangan sombong, saya piawai soal begini," ujar Alzier. Biarkan musda berjalan demokratis, jangan gunakan cara tak elok, pakai persekot politik uang untuk memobilisasi dukungan, intimidasi, dll, ujarnya melepas anak panah entah kemana.

Sejak awal manuver Aprozi Alam, Alzier terang paling kencang sampai sempat sekelebat berbalas pantun dengan Plt Ketua Golkar Lampung Adies Kadir yang juga salah seorang pengurus penting DPP PG.

Dalam politik di PG, sebelum janur melengkung, H-1, pengantin belum dapat dipastikan. Walau Amrozi Alam terlihat seperti sudah mengantongi 12 suara dari 20 suara yang berhak memilih ketua PG Lampung, namun belum tentu dirinya sudah melenggang santai.

Ketika meredam "serangan" politik Alzier agar DPP PG tak diskriminatif alias pilih kasih, Adies Kadir bilang, Musda Golkar itu selalu sangat dinamis, sampai detik terakhir pemilihan, semua calon-calon kreatif. "Macam gak ngerti dinamika di Golkar saja," tandasnya.

Masih ingat Azis Syamsuddin? Ketika akan ikut suksesi ketua DPD I PG Lampung pada tahun 2016, dia sudah mengantongi 15 DPD II, lebih banyak dari Aprozi Alam. Tapi apa akhirnya, Setya Novanto menghendaki Arinal Djunaidi sebagai ketuanya. Kun fa yakun.

Peluang ini yang sepertinya akan diterobos Power Rangers. Mereka singkirkan dulu kepentingan pribadi atau siapa yang mau diajukan sebagai ketua. Bisa jadi gerakannya ABA (asal bukan Aprozi) dengan alasan ini itu.

Partai ini memang surplus calon pemimpin, Abi Hasan Muan (Wakil Ketua DPD Golkar/Ketua KAHMI) sepertinya dekat dengan pemimpin Lampung yang sebentar lagi dilantik.PG juga salah satu calon pendukung Rahmat Mirzani Djausal.

Hanan A. Rozak (anggota Komisi IV DPR RI) yang berpengalaman jadi bupati dan sempat jadi kandidat gubernur. Bukan orang sembarangan.

Rycko Menoza (Komisi VII DPR RI), anak muda yang darahnya mengalir dua gubernur Lampung: Zainal Abidin Pagar Alam dan Sjachroedin DP. Untuk lima tahun, potensi melanjutkan dinasti ZP membangun Lampung.

Kepada saya, dia bilang,"Kami mempunyai komitmen yang sama menjadikan musda sebagai arena menyatukan gagasan dan inovasi untuk bagaimana menghadapi agenda politik berikutnya dengan tidak menggunakan otot atau gara-gara tidak baik sebagai partai yang intelek dan modern."

Ismet Roni (sekretaris Golkar/Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung). Politikus yang dikader ADT dari bawah. Tangan dinginnya berhasil meraih pimpinan Golkar Lampung dan terbukti berhasil melalui badai politik di tubuh partainya.

Alzier? Siapa yang tak tahu dengan sepak terjangnya di politik. Dirinya baru saja menyebutkan: Saya piawai soal begini.

Masih ada tiga minggu lagi menonton manuver-manuver cantik Power Rangers. Ingat kata Adies Kadir: Macam gak ngerti dinamika di Golkar saja. Siap ketua, banyak yang tahu bingit keknya. Apa sih yang gak bisa dirundingkan, disetel. 

" Paguyuban Pimred Club Lampung


 -