Oleh KH. Ansori, SP *
NABI Sulaiman dan Qorun adalah dua nama yang sangat fenomenal dalam sejarah perjalanan manusia. Keduanya menjadi contoh bagaimana sifat manusia yang berbeda kutub. Nabi Sulaiman diberi Alloh kelebihan ilmu dan hikmah sedangkan Qorun harta atau materi yang melimpah.
NABI SULAIMAN
Nabi Sulaiman telah Alloh anugrahi ilmu dan hikmah sejak kecil, kecerdasannya sangat luar biasa, masih belia sudah Alloh anugrahi Ilmu psikologi yang sangat mumpuni. Alloh lestarikan ini dalam Kitab Suci Alquran bagaimana Nabi Sulaiman AS memberikan keputusan yang tepat dan Adil terhadap dua wanita i
yang bersengketa terhadap bayi mereka.
Nabi Sulaiman AS mampu mengembalikan bayi kepada ibunya dan sekaligus membongkar kedok sang ibu penipu dengan cara sederhana, yakni ancaman membagi dua bayi tersebut. Sang ibu aslinya pasti lebih rela diasuh wanita lain ketimbang dibelah dua.
Selanjutnya, Nabi Sulaiman AS juga Alloh anugerahi fisik yang kuat lagi rupawan. Alloh terus tambah kemuliaannya dengan Menjadi Raja Yang Agung dengan kekuasaan yang luas, bukan hanya luas wilayahnya akan tetapi juga luas spektrumnya: raja manusia, raja angin, raja tanaman, raja hewan, raja laut.
Nabi Sulaiman juga mampu memperbudak para setan dan jin sekaligus raja ilmu pengetahuan "supersonik" dengan waktu singkat memindahkan singgasana Ratu Balqis dari Yaman ke Yerusalam.
Apa yang Nabi Sulaiman AS ungkapkan terhadap segala kesuksesan tersebut? Keluar dari lubuk hati yang paling dalam, merupakan manivestasi dari keimanan seorang hamba yang jujur di hadapan Alloh, Sang Penguasa Sejati Alam Semesta, "haza minfadhli robi" ini semua dari Tuhanku (QS, An Naml ayat 40)
Alloh memang Maha Adil terhadap segala sesuai dan Maha Benar dalam segala tindaknya. Sebagai perwujudan kehidupan dunia yang telah ditaqdirkannya selalu berpasangan.
Jika bisa kita katakan Nabi Sulaiman AS adalah Contoh yang ada pada kutub positif terhadap segala nikmat yang Alloh anugerahkan.
QORUN
Jika ada kutub positif, Alloh menciptakana mahluknya dari golongan manusia yang ada pada ujung kutub negatif terhadap berbagai nikmat Alloh yang dicurahkannya.
Contoh manusia tersebut adalah Qorun (semoga kita Alloh jauhkan dari sifatnya). Qorun, Alloh kasih kekayaan yang luar biasa, selalu mengadakan pameran keliling kota dengan menunjukkan bermacam kemegahan yang dimilikinya.
Semua orang menginginkan kelimpahan seperti dirinya, kecuali orang yang Alloh anugrahi penglihatan batin yang cerah karena imannya kepada Alloh.
Megah dalam kehidupan, nama baik dan selalu disebut (viral) memunculkan bangga diri tanpa batas, sehingga mengatakan "sesungguhnya Aku mendapatkan harta semata-mata karena ilmu yang ada padaku" (QS, Alqosos ayat 78).
Tinggal kita saat ini, ada di kutub mana?
*) Sekretaris Dewan Dakwah Lampung