Helo Indonesia

Beli Mobil Bekas Mesin Jangan Dihidupkan Dulu, Cek 3 Komponen Ini Khawatir Ada Oli Campur Pisang

M. Haikal - Teknologi -> Otomotif
Selasa, 20 Juni 2023 20:24
    Bagikan  
Mesin mobil,
Foto: tangkapan layar

Mesin mobil, - Beberapa alasan mengapa saat mau beli mobil bekas mesin jangan dihidupkan dulum

HELOINDONESIA.COM - Banyak pertimbangan mengapa orang terpaksa atau lebih memilih membeli mobil bekas atau seken.

Salah satu di antaranya karena harga mobil bekas akan jauh lebih murah ketimbang beli mobil baru.

Selain itu, dengan harga yang jauh dari pasaran mobil baru, mobil seken dengan model terbaru lebih banyak menghemat uang.

Tapi ada juga yang memang sengaja membeli mobil bekas lawas karena hobby atau bujet yang minim tapi butuh kendaraan operasional yang lebih besar untuk mengangkut keluarga.

Baca juga: Polda Lampung Serahkan Perkara Tahap 1 TPPO 24 Warga NTB

Namun ada beberapa tips yang perlu diperhatikan ketika Anda ingin membeli mobil bekas.

Yang paling pertama adalah melihat kondisi mesin mobil. Diupayakan ketika akan transaksi kendaraan seken dengan penjual, terlebih dahulu mesin dalam kondisi mati atau dingin.

Lebih bagus lagi kendaraan yang akan dijual itu sudah semalaman dalam kondisi mesin mati. 

Sehingga beberapa komponen penting kendaraan dapat diidentifikasikan dengan jelas bahwa mesin mobil seken yang akan dibeli itu dalam kondisi baik dan tidak bermasalah.

Baca juga: Diusulkan Pertalite Disubsidi, Bukan Dikompensasi yang Kuota Volumenya Tidak Jelas

Ada 3 komponen yang perlu diperhatikan saat mengecek mesin kendaraan tersebut.

Pertama, cek radiator. Buka tutup radiator bagian atas. Maka akan terlihat apakah pemilik mobil itu rajin merawat kendaraan atau tidak.

Biasanya, kalau kondisi mesin bagus, bagian bibir radiator akan terlihat bersih tidak ada karat.

Lebih bagus lagi radiator diisi air coolant warna hijau atau merah, tapi yang asli. Sebab, air coolant asli akan merawat radiator dan tidak membuat karat ketimbang air biasa.

Baca juga: Hasil Survey Tim Gugus Pesawaran Lahan PTPN 7 Belum HGU

Kedua, cek kondisi oli mesin dengan cara menarik stik pengecekan kondisi oli. 

Dalam kondisi mesin mati, dari stik oli bagian bawah akan terlihat ketinggian volume oli. Dalam kondisi mesin normal, volume oli akan ngepas dengan tanda titik stik tersebut.

Selain itu, dalam kondisi mesin mati, oli juga  dingin. Sehingga bisa terlihat apakah oli itu asli apa palsu dapat dikira-kira.

Biasanya, kalau penjual nakal mengakali agar mesin terdengar halus padahal bermasalah menggunakan oli mesin STP, oli gardan, bahkan oli mesin mobil diesel.

Baca juga: Tak Sekedar Bumbu Dapur, Berikut Ini 6 Manfaat Kesehatan Kayu Manis yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Lebih ekstrim lagi ada juga yang menggunakan buah pisang yang dimasukkan dan dicampur oli untuk meredam suara kasar mesin mobil yang rusak.

Ketiga, baru cek daleman mesin. Cukup dengan membuka lobang pengisian oli mesin. 

Dalam kondisi mesin panas, tutup lobang pengisian oli mesin akan sulit dibuka. Namun dalam kondisi mesin dingin sebaliknya, tutup lobang itu mudah diputar.

Dari situ akan terlihat kalau mesin mobil itu benar-benar terawat atau tidak. Kalau tidak terawat biasanya, di bibir lobang penutup akan terlihat kotor dan karat.

Baca juga: Amankan Rokok Ilegal, Polres Lampung Timur Serahkan ke Bea Cukai

Selain itu, tanda lainnya bagian daleman mesin mobil akan terlihat banyak kerak. Kerak-kerak itu juga menandakan biasanya mobil tersebut menggunakan oli palsu.

Bila kondisi oli sudah seperti air susu dan kental, berarti oli sudah tercampur dengan air. Berarti ada kebocoran di bagian seal head mesin sehingga air dari radiator masuk ke mesin.

Setelah pengecekan mesin sudah sesuai, baru Anda bisa melihat bagian lainnya.

Tags
mobil