SURABAYA | HELOINDONESIA.COM - Mengenaskan nasib puluhan warga yang ikut tahlilan di Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur ini.
Pasalnya mereka terpaksa harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Ambulu, yang diduga mengalami keracunan makanan.
Sekitar tujuh jam, setelah menyantap makanan dengan lahap, warga itu justru mengalami mual-mual hingga pusing kepala.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (8/3/2023) sore ketika diundang tahlilan salah seorang warga yang memperingati 40 hari kematian keluarganya.
Sekitar 60 orang yang diundang dalam hajatan itu, mereka mendapatkan menu hidangan makan nasi soto serta mendapatkan berkatan untuk dibawa pulang.
Namun pada Minggu (9/4/2023) dini hari warga yang menghadiri acara hajatan itu mendadak banyak yang dibawa ke IGD Puskesmas Ambulu.
Menurut penjelasan Kapolsek Ambulu, AKP Ma'ruf kepada wartawan di Jember, warga rata-rata mengeluh sesak nafas diare, mual dan pusing.
"Diduga mereka telah keracunan yang berasal dari makanan berkat yang dibawa pulang dalam acara selamatan 40 hari kematian warga itu," ujar AKP Ma'ruf.
Dari 60 orang yang diundang ada sebanyak 32 orang yang harus mendapat perawatan di Puskesemas Ambulu.
Ma'ruf menduga keracunan itu berasal dari makanan berkatan yang dibawa pulang warga, bukan masakan soto yang dimakan di tempat.
Seperti diungkapan makanan berkatan yang dibawa pulang warga itu berisi jenis beberapa menu seperti kue dan ada masakan ayam.
Lebih jauh Kapolsek Ma'ruf menduga makanan yang menyebabkan keracunan berasal dari bumbu ayam.
Namun untuk memastikan berasal dari jenis makanan apa, pihak Polsek Ambulu sudah mengamankan sampel makanan untuk dikirim ke Labfor.
Polisi Ambulu sudah melakukan penyelidikan termasuk memintai keterangan para saksi, namun belum berhasil meminta keterangan pemilik rumah, karena juga ikut dilarikan ke rumah sakit.
Lebih jauh Ma'ruf menjelaskan, beruntung warga yang mengalami keracunan makanan itu tidak sampai parah.
Sehingga beberapa warga yang sempat dirawat di Puskesmas sudah dipulangkan, dan sebagian lainnya kondisinya sudah mulai membaik juga. (*)
