LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bergerak cepat ikut mendamaikan masalah perundungan (bulliying) di UPTD SDN 1 Telukpanda. Dia minta pihak terkait memediasi permasalahan ini.
Dendi memerintahkan Kadisdikbud dan Dinas P3AP2KB dan Camat Telukpandan segera bertindak cepat mengatasinya. Kadisdikbud Ancha Marta Utama langsung memediasi orangtua pelaku dan korban, Rabu (29/11/2023).
Disaksikan oleh Jajaran Polres Pesawaran, Polsek Padang Cermin, Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Jajaran Perangkat Desa dan masyarakat setempat, kedua orangtua yang berselisih sepakat damai, kekeluargaan.
Disdikbud bersama Dinas P3AP2KB Kabupaten Pesawaran akan terus mendampingi dan memantau perkembangan psikis serta menghilangkan trauma dari SY agar mau kembali bersekolah.
Baca juga: Meriah, Peringatan HUT ke-78 HGN dan PGRI di Pulaupanggung
Selain itu, dalam rangka mencegah tindak kekerasan di lingkungan dunia pendidikan, Bupati Pesawaran telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran.
Sementara, orangtua dari pelaku perundungan Purwanto telah meminta maaf atas perlakuan buah hatinya kepada SY yang terjadi pada Selasa, (28/11/2023). Ia sangat menyesalkan tindakan anaknya dan memastikan buah hatinya tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, orangtua korban, SY Sodikin menerima dengan lapang dada permohonan dari orang tua pelaku. Dia berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi kepada anaknya maupun kepada murid lainnya.
Sodikin meminta peningkatan pengawasan dari pihak sekolah untuk kenyamanan para murid dalam mengenyam pendidikan.
Kepala Sekolah SDN 1 Telukpandan Meliana ikut menyayangkan dan menyesali terjadinya perundungan di sekolah yang dipimpinnya. "Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan berjanji akan lebih meningkatkan pengawasan," pungkasnya. (Rama)
