Helo Indonesia

Sat Set, KH Ismail Siasati Sempritan Bawaslu saat Dzikir Akbarnya

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 2 Januari 2024 21:02
    Bagikan  
Sat Set, KH Ismail Siasati Sempritan Bawaslu saat Dzikir Akbarnya

KH Ismail Zulkarnain (Foto Muzzamil/Helo)

LAMPUNG,HELO INDONESIA.COM -- Kepiawaian KH Ismail Zulkarnain menghindari sempritan Bawaslu diuji saat Tabligh Akbar Akhir Tahun 2023 di halaman ponpesnya, Riyadhus Sholihin Nur Rahmah, Kelurahan Kotabaru, Tanjungkarang Timur, Kota Bandarlampung, Sabtu malam (30/12/2023).

Bukan KH Ismail Zulkarnain jika tak bisa "sat set" agar tak kepleset jadi temuan Bawaslu yang memelotinya di sekitar acara yang dihadiri ribuan jamaah dan puluhan kiai dan alim ulama pengasuh 85 ponpes tergabung Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Bandarlampung.

Dengan gayanya yang "ceplas-ceplos", kocak, dan gaul, KH Ismail Zulkarnain membuka pidatonya dengan lebih dulu berterima kasih dengan Bawaslu yang telah mengingatkan agar tak kampanye. Di sekitar lokasi tabligh akbar, dia sudah sterilisasi dari alat peraga kampanye.

Baca juga: Meriah dan Hikmat, Dzikir Akhir Tahun Ponpes Riyadhus dan IKAP PDIP

Kiai berdarah Lampung dan Palembang ini lalu bercerita seputar "keributan" di grup whatsapp (perpesanan) sejawat para kiai. "Teman-teman di grup saling sikat-sikatan dan saling gagah-gagahan belain (calon) presidennya," katanya.

Dia lalu bilang ke teman-teman di grup, para kiai, jangan ribut. Itu Kiai Abdul Somad dukung Anies (Baswedan), Gus Miftah ngedukung Prabowo, silahkan saja, hak mereka. "Mereka lalu ada yang nanya saya, Abah Ismail dukung siapa. Halo, Abah Ismail dukung siapa?" tanyanya kepada para jamaah. 

Lalu ditanyanya lagi: "Halo! Saya jawab gak? Saya gak kampanye ini, orang nanya saya dukung siapa?" Lalu, terdengar gema dari jamaah: Ganjar (Pranowo)!

KH Ismail Zulkarnain tak kontan merespon suara koor jamaah. Dia malah menceritakan kisah Khalifah Umar bin Khattab ketika mencari bendahara baitul maal.

Dia tanya sama anak kandungnya, namanya Abdullah bin Umar. "Ya Abdullah, Abi ini pengen nyari bendahara baitul maal yang amanah. Yang bener, yang lurus, yang ihdhinash shirrotol mustaqim mimpin bangsa ini. Gak ada KKN, gak ada, gak ada KKN," ujarnya.

Baca juga: Penemuan Mayat Bayi di Pantai Keburuhan, Hasil Autopsi Mengarah Korban Penganiayaan


Melanjut kisah Umar, putranya tadi, "Apa kata Abdullah bin Umar? Ya Ayah ya Abi, saya punya sohib. Dia bisa dipercaya jadi (bendahara) baitul maal, pemimpin baitul maal. Kata Umar begini: swayah, swayah ... kasih tahu saya. Saya pengen tanya tiga, sama kamu wahai anakku."

"Yang pertama, apakah kamu pernah tidur bareng-bareng sama dia, berjalan berdua? Wahai anakku, apakah engkau pernah berjual beli dengan dia? Apakah kamu pernah hutang piutang sama dia, karena pekerjaan paling berat di hidup ini adalah membayar hutang? (tiga pertanyaan ini, dikisahkan Ismail, Abdullah jawab: belum)

"Kata Umar, saya gak ingin itu (menolak sahabat putranya dijadikan bendahara baitul maal). Jadi kalau pengen tahu karakter orang, ajak jual beli, aman apa nipu dianya. Kalau pengen tahu akhlak orang, kasih dia hutang, bayar apa gak, baru kita bisa tahu pribadi dan akhlak orang. Itulah pemimpin yang dicari Umar bin Khattab," beber Ismail.

"Saya ditanya orang, Abah Ismail dukung siapa? Saya ditanya orang, saya dukung siapa? Saya jawab (eh Panwas jangan marah ya, saya nggak ngajak nih) saya jawab, saya saya dukung Ganjar-Mahfud," lugas Ismail Zulkarnain, diketahui juga didapuk jadi Wakil Direktur Eksekutif TPN Ganjar-Mahfud Bidang Keagamaan ini, disambut aplaus.

Baca juga: Gubernur Bersama 5 Pemuka Agama dan Masyarakat Doa Bersama Lintas Agama di Menara Siger


"Saya gak ngajak orang saya gak kampanye. Karena saya tahu integritas moral mereka, saya tahu bukan pencitraan, saya tahu pribadi mereka dan saya kenal dekat dengan mereka. Mudah-mudahan, eee, sambutan saya terima kasih banyak. Saya yakin bapak-bapak kemari ikhlas karena Allah? (ikhlas!) Halo, kita dzikir akbar di sini ikhlas karena Allah? (ikhlas!) Alhamdulillah," pungkas Ismail.

Acara kaya nuansa pesan religius, refleksi kritis tutup tahun, resolusi terbaik 2024 ini, dimulai pukul 20.00 WIB, menghadirkan dai kondang Ustad KH Ahmad Jam'an dari Dai Sekoci 24 Jakarta, penceramah, didampingi Ustad Harun.

Ribuan jamaah terdiri 300-an pengasuh, santriwan-santriwati dan alumnus ponpes tersebut, puluhan kiai dan alim ulama pengasuh 85 ponpes tergabung FKPP Bandarlampung, jamaah setempat sekitar, tetamu undangan dalam luar kota, hadir membaur memadati area lima tenda tarub, dan tanpa tenda depan panggung utama.

Di panggung, puluhan kiai dan alim ulama membersamai Ismail Zulkarnain, Ketua IKAP PDI Perjuangan Lampung Darwin Ruslinur, kiai kharismatik NU KH RM Soleh Badjuri, dan undangan khusus yakni Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Lampung yang juga Raja Kerajaan Adat Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi Sekala Beghak Yang Dipertuan Agung XXIII Paduka Yang Mulia (PYM) Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Edward Syah Pernong.

Baca juga: Viral Bagi-bagi Uang, Gus Miftah Dibela Tokoh NU Yogya: Bukan Money Politics, Dia Dermawan


Lainnya, anggota Direktorat Relawan TPD Ganjar-Mahfud Lampung cum Ketua DPD Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Lampung Abu Hasan dan tim media TPD, Sekretaris Jangkar Merah Putih Lampung Muzzamil, tetamu lain KH Badruzzaman, Prof KH Zainal Abidin, Dr Suratno, lainnya.

Mereka, juga Ustad Jam'an, Ustad Harun yang lantas bergabung di panggung, serta hadirin termasuk kaum ibu, remaja putri, sejenak dihibur 20 menitan lantunan syahdu lagu-lagu religi mulai dari Assalamualaika hingga Thala'al Badru, oleh penembang hijabers bervibra powerful berparas ayu.

Dilanjut pembacaan hadrah dipimpin KH Badruzzaman, lantunan syahdu ayat suci Al Quran oleh qari santri Riyadush Sholihin juara MTQ asal Lampung Selatan, salawat pembuka, Salawat Ya Nabi Salam 'Alaika, sambutan pembuka Ismail, Ketua TPD Ganjar-Mahfud Lampung Edward Syah Pernong, KH Soleh Bajuri, dan Ketua IKAP PDI Perjuangan Lampung Darwin Ruslinur.

Baru kemudian, tausyiah tematik Ustad Djam'an yang super menarik, menyedot animo jamaah untuk tidak bergeser dari alas duduknya hingga diusaikan dengan doa bersama, sepersekian detik sebelum rintik hujan menderas membasahi area lokasi acara Sabtu malam. (Muzzamil)