Helo Indonesia

Stop Land Claring Hutan Kota Wayhalim, Laskar Lampung ke DPRD

Kamis, 11 Januari 2024 10:06
    Bagikan  
Stop Land Claring Hutan Kota Wayhalim, Laskar Lampung ke DPRD

Nerozely Agung Putra Koenang alias Panglima Nero (Foto HBM/Helo)


LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM -- Laskar Lampung meminta DPRD dan Pemkot Bandarlampung menghentikan land claring Hutan Kota Wayhalim, Laskar Lampung ke DPRD Balam siang ini. Mereka juga rencana menggalang aliansi aksi ke Pemkot Bandarlampung.

'Hentikan dulu land clearing, kaji lagi, kenapa bisa daerah kawasan hijau yang sudah mulai "acak kadut" sejak Wali Kota Herman HN hingga ludes tanpa sisa saat ini, kata Panglima Laskar Lampung Nerozely Agung Putra Koenang.

HGU milik PT HKKB tak sesuai Tata Ruang Wilayah Kota Bandarlampung dan Perda Kota Bandarlampung No.4 Tahun 2004 tentang Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandarlampung Tahun 2005-2015.

Siang ini, Kamis (11/1/2024), DPRD Kota Bandarlampung baru membuka pintu Laskar Lampung untuk rapat dengar pendapat (RDP) yang telah diajukan sejak pekan lalu, ujarnya kepada Helo Indonesia Lampung.

Baca juga: Kemendagri dan Bappenas Tanda Tangani SEB Penyelarasan RPJPN dan RPJPD 2025-2045

Menurut dia, sejumlah aktivis pecinta lingkungan hidup lainnya akan pula ikut berdialog dengan wakil rakyat yang ada di Komisi I atas desakan keprihatinan hilangnya kawasan taman hutan kota di kiri dan kanan Flyover Wayhalim yang membelah Jl. Soekarno Hatta.

“Kami minta dikembalikan taman hutan kota yang ratusan pohon berusia belasan tahun ditebangi begitu saja. Bahkan, pengurugan yang dilakukan, lebih tinggi sekitar 4 meter dari bangunan sekitar," tandas Nero Koenang.

Dia minta wakil rakyat mempersembahkan rekomendasi terbaik bagi warga Kota Bandarlampung untuk menyelamatkan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandarlampung.

Baca juga: Bank bjb Bersama PT ASDP Buka Layanan Tiket Kapal Ferry Melalui Agen bjb BiSA

“Kita bukannya menolak investasi, tetapi jangan sampai pembangunan mengabaikan kelestarian lingkungan. Seperti hilangnya kawasan Hutan Kota di Way Halim itu, harus transparan nantinya akan dijadikan apa dan bagaimana konsepnya," tambahnya. (HBM)