Helo Indonesia

Sekolah di Banjarmasin Buka PPDB Jalur Afirmasi Disabilitas

Anang Fadhilah - Nasional -> Peristiwa
Kamis, 20 Juni 2024 18:55
    Bagikan  
Sekolah di Banjarmasin
Afirmasi Disabilitas

Sekolah di Banjarmasin - SMPN 6 Kota Banjarmasin buka jalur afirmasi disabilitas. (ist/helokalsel)

BANJARMASIN, HELOINDONESIA.COM - Mulai tahun ajaran 2024-2025, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Banjarmasin membuka jalur afirmasi disabilitas dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online. Contohnya, SMPN 6 Banjarmasin menyediakan kuota sebanyak 14 siswa untuk jalur afirmasi ini.

Kepala SMPN 6 Banjarmasin, Aminsyah, mengungkapkan bahwa sejak pembukaan jalur afirmasi dan prestasi pada 11-13 Juni 2024, pihaknya telah menerima seorang siswi dari jalur afirmasi disabilitas.

"Siswi baru jalur afirmasi disabilitas itu dinyatakan layak masuk kelas reguler oleh panitia. Kuota yang tidak terpakai dialihkan ke jalur zonasi yang dibuka dari 19-21 Juni 2024," katanya, Kamis (20/6/2024).

Kata Amin, total kuota di SMPN 6 adalah 288 peserta didik baru untuk mengisi 9 rombongan belajar. Bahwa inisiatif ini bertujuan untuk menghapus diskriminasi terhadap peserta didik, memastikan semua kalangan mendapatkan hak yang sama dalam mengakses pendidikan.

"Pengecualian berlaku bagi mereka dengan disabilitas berat yang harus menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB)," tambahnya.

Untuk mendukung proses belajar yang inklusif, SMPN 6 Banjarmasin telah mengatur fasilitas agar tidak memberatkan siswi baru tersebut, seperti menempatkannya di ruang kelas yang berada di lantai satu. "Kami yakin dia bisa mengikuti pembelajaran dengan normal meskipun memiliki disabilitas fisik," ujarnya. 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Nuryadi, menambahkan bahwa setiap sekolah menyediakan kuota 5 persen untuk afirmasi disabilitas, sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI. "Pendaftaran untuk jalur ini harus dilakukan langsung di sekolah," jelasnya.

Namun, Nuryadi menekankan bahwa jalur afirmasi ini khusus untuk siswa-siswi dengan disabilitas ringan, sedangkan mereka dengan disabilitas berat tetap harus menempuh pendidikan di SLB. "Misalnya, mereka yang buta dan tuli harus tetap ke SLB," tambahnya.

Langkah ini menunjukkan komitmen Banjarmasin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi semua siswa, tanpa terkecuali. Dengan demikian, masa depan pendidikan yang lebih adil dan merata semakin dekat terwujud.