HELOINDONESIA.COM - Nama Hoegeng Iman Santoso melegenda karena sosoknya sebagai polisi jujur dan berintegritas.
Dedikasinya dalam memberantas kejahatan korupsi menjadikan Hoegeng sebagai sosok polisi ideal di masa kini.
Keteladanan sosok Hoegeng bagi semua korps baju coklat diharapkan dapat terus ditekuni di semua zaman.
Demikian penyelenggaraan diskusi yang digelar Divisi Humas Polri pada Selasa (16/5/2023).
Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Sandi Nugroho, berharap nilai-nilai keteladanan Hoegeng dapat ditekuni semua anggota polisi saat ini.
Menurutnya keteladanan Hoegeng tersebut dapat mewujudkan Polri yang berintegritas.
"Gelaran semacam ini menjadi penting karena dapat memberikan stimulus kepada seluruh jajaran Polri untuk meneladani nilai-nilai dalam kepemimpinan Hoegeng sebagai spirit yang melandasi transformasi," ujar Sandi dalam sambutannya, Selasa (16/5/23) seperti dikutip Heloindonesia dari akun DivHumas_Polri.
Pagelaran Hoegeng Award 2023 itu sendiri, menurut Sandi akan diumumkan pada 14 Juli nanti juga diharapkan mendapatkan "Hoegeng Baru".
Baca juga: MIN 1 Bandarlampung Diduga Pungli Dalih Perpisahan Siswa Kelas 6
Ajang itu sendiri diharapkan dapat memacu anggota Polri melakukan tugas dan pengabdian dengan tulus dan sungguh-sungguh.
Sandi mengatakan, spirit meneladani Hoegeng era kekinian sangat kentara pada transformasi menuju Polri Presisi sebagai 'standard of excellence'.
"Ini merupakan agenda besar dan perlu diejawantahkan guna terwujudnya pelayanan kepolisian yang lebih terintegrasi, modern, mudah dan cepat," tambahnya.
Sandi menegaskan bahwa agenda besar tersebut sudah sesuai dengan salah satu dari 8 Komitmen Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, dalam menampilkan kepemimpinan yang melayani dan menjadi teladan.
Baca juga: Ganjar Pranowo Sekarang Malah Punya Partai Kedua, Kok Bisa
Dari berbagai sumber yang dirangkum, Hoegeng Iman Santoso lahir pada 8 April 1921 di Yogyakarta dan meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 16 Mei 1984.
Hoegeng populer dan dihormati sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia merintis kariernya di Kepolisian sejak tahun 1943.
Saat itu Indonesia masih di bawah penjajahan Belanda.
Setelah kemerdekaan pada tahun 1945, Hoegeng mulai aktif terlibat dalam membangun dan mengorganisasi Kepolisian Republik Indonesia.
Baca juga: Partai Hanura Kabupaten Pesawaran Mem-PAW 2 Legislatornya
Hoegeng memiliki peran penting dalam mengembangkan kepolisian Indonesia menjadi institusi yang profesional dan terpercaya.
Selama kepemimpinannya sebagai Kapolri dari tahun 1968 hingga 1971, Hoegeng dikenal karena dedikasinya dalam memberantas korupsi, menjaga ketertiban, dan meningkatkan hubungan antara polisi dan masyarakat.
Dia juga terkenal karena mencetuskan seragam baru untuk polisi Indonesia yang terkenal dengan nama "Seragam Hoegeng".
Seragam ini dianggap sebagai simbol integritas dan profesionalisme polisi Indonesia.
Selain sebagai polisi, ternyata Hoegeng merupakan penulis dan telah menerbitkan beberapa buku.
Salah satunya berjudul "Membangun Polisi Kita". Buku itu membahas pembaruan kepolisian di Indonesia.
Setelah pensiun dari Kepolisian, ia terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan.
Pengabdian dan dedikasi Hoegeng dalam membangun Kepolisian Republik Indonesia serta upayanya dalam memerangi korupsi dan menjaga ketertiban membuatnya dianggap sebagai salah satu polisi terbaik dalam sejarah Indonesia.
