Helo Indonesia

Terungkap, Stok Darah UDD PMI Baru 91 Ribu Kantong, Idealnya 7 Juta Per Tahun

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Senin, 12 Agustus 2024 12:56
    Bagikan  
PMI
Helo Lampung

PMI - Wapres Maruf Amin didampingi Ketum PMI Jusuf Kalla saat memberikan penghargaan. | BPMI Setwapres/Muzzamil

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Terungkap, ini betulan bukan hoaks, ternyata, kondisi stok darah di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) di seluruh Tanah Air saat ini, dilaporkan baru mencapai sekitar 91 ribu kantong, alias masih jauh dari jumlah ideal yang seharusnya mencapai 2,5 persen dari jumlah penduduk, yaitu sekitar 7 juta kantong darah per tahun.

Bicara jumlah penduduk, rilis data terbaru Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), penduduk Indonesia hingga semester I-2024 mencapai 282.477.584 jiwa, terdiri 142.569.663 jiwa laki-laki, 139.907.921 jiwa perempuan. Naik 1.752.156 orang dari semester II-2023, naik 1.606.562 jiwa secara tahunan dibanding semester I-2023.

Sebaran, terbanyak di Jawa 157.393.610 jiwa (55,93 persen), Sumatera 61.583.691 jiwa (21,81 persen), Sulawesi 20.783.350 jiwa (7,36 persen), Kalimantan 17.454.078 jiwa (6,18 persen), Bali dan Nusa Tenggara 15.711.214 jiwa (5,56 persen), Papua 5.649.552 jiwa (2 persen), Maluku 3.084.148 jiwa (1,17 persen).

"Dari 282.477.584 jiwa, wajib KTP (perekaman KTP-el) 207.889.876 saat ini 97,19 persen. Target akhir tahun ini 99,4 persen," Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, 7 Agustus 2024.

Jomplang sekali ya data pendonor darah kita! Adalah orang nomor dua di Indonesia, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, yang mengungkap data kondisi stok darah Indonesia tersebut, pada pidatonya di acara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada Pendonor Darah Sukarela 100 Kali, secara simbolis diberikan kepada 26 orang pendonor, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, awal pekan ini, Senin (5/8/2024).

“Ini menunjukkan, Indonesia masih perlu terus meningkatkan donor darah agar stok darah minimal terpenuhi. Mengatasi ini, pemerintah mendorong peningkatan motivasi masyarakat agar menjadi pendonor darah sukarela secara teratur. Ini tentu tak lepas dari peran proaktif seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Bersama-sama kita harus dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana, meningkatkan kualitas darah, hingga menyusun sistem pembinaan lebih intens agar masyarakat makin termotivasi lakukan donor darah secara rutin,” arahan direktif Wapres.

Pemerintah, melalui Kementerian Sosial dan PMI menganugerahkan penghargaan tertinggi bagi pendonor darah atas dedikasi berdonor darah 100 kali ini, kepada 1.591 donor darah sukarela (DDS) periode donor 2019-2020, terdiri dari 1.523 laki-laki dan 68 perempuan, asal 26 provinsi se-Indonesia.

Jawa Timur, provinsi dengan pendonor 100 kali terbanyak, yakni 601 orang. Penerima penghargaan kategori pendonor tertua yakni Darmopawiro (76) dari Jawa Tengah, termuda Yunus Effendi (43) dari Jawa Timur.

Pendonor terbanyak dengan 164 kali donor: Gindo Panggabean (Sumatera Selatan), DDS 100 kali termuda Apheresis: Rachmat Hidayat (29) dari DKI Jakarta (161 kali), dan pendonor darah terbanyak Apheresis yaitu I Putu Gede Suartika dari Bali (212 kali).

Sebagai informasi, Undang-Undang (UU) Nomor 1/2018 tentang Kepalangmerahan, memang mengamanatkan kepada PMI untuk wajib mengaktifkan pendonor yang telah penerima Satyalencana Kebaktian Sosial ini.
Ada pun, pemberian tanda jasa ini tertuang dalam Keppres 128/2019 dan Keppres 35/2021.

Bagian lain pidatonya sebelumnya, Wapres mengapresiasi dan menyebut para DDS ini sebagai pahlawan kemanusiaan. “Pendonor darah dapat kita sebut sebagai pahlawan kemanusiaan, karena dengan sukarela dan tanpa pamrih, mereka turut menyelamatkan nyawa dan menjaga keberlangsungan hidup sesama manusia,” tutur Wapres.

Darah sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia, baik untuk menjaga kesehatan, menyelamatkan nyawa, keperluan medis, hingga membantu penanganan penyakit kronis. "Oleh karena itu, keberadaan pendonor darah sangat krusial saat darah tidak dapat tersedia dengan cepat dan cukup di rumah sakit dan bank darah," ujar dia.

Menurutnya, kehadiran DDS bermanfaat tidak hanya bagi pendonor namun juga bagi orang yang menerima darah. "Setetes darah dapat memberikan harapan dan semangat bagi mereka untuk kembali sehat dan beraktivitas seperti semula,” sebut Wapres.

"Penerima penghargaan ini adalah orang-orang hebat yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 100 kali, yang berarti telah memberikan 25-30 liter selama kurang lebih 20-30 tahun hidupnya. Terima kasih untuk seluruhnya," impresinya.

Hadir di acara, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Dr HC Jusuf Kalla. Juga, pendonor penerima tanda jasa, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Dan ,yang pernah menjabat Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwan Pandra Arsyad, kini Kabid Humas Polda Kepri, peraih penghargaan, berdonor 131 kali sejak dia masih berusia 22 tahun.

Untuk Lampung, merujuk data keterangan Ketua PMI Lampung Riana Sari Arinal pada Silaturahmi Relawan DDS Lampung di runjab Gubernur Lampung, Mahan Agung, medio 6 Juni lalu, pendonor darah aktif tercatat ada 389 orang terdiri atas 289 DDS di atas 75 kali dan 100 DDS di atas 100 kali. Perekor Anton Riyadi, DDS terbanyak 221 kali. Waw!

Lalu untuk kebutuhan darah di UDD Pembina PMI Lampung tercatat 6 ribu kantong/bulan, 200 kantong per hari. Selain mengaktifkan Rumah Singgah Gratis bagi keluarga pasien RSUDAM Tanjungkarang Bandarlampung, UDD Pembina PMI Lampung juga buka klinik kesehatan, klinik hemodialisa di kantor UDD.

"Per Humanitatem ad Pacem" atau "Dengan kemanusiaan, menuju perdamaian", slogan Komite Palang Merah Internasional. “Setetes darah Anda menyelamatkan jiwa manusia”, motto PMI. (Muzzamil)

 -