Helo Indonesia

Kebahagiaan Adnan Baihaqi, Santri asal Brebes yang 21 Bulan sudah Khatam Alquran 20 Juz

Jumat, 20 September 2024 10:37
    Bagikan  
Kebahagiaan Adnan Baihaqi, Santri asal Brebes yang 21 Bulan sudah Khatam Alquran 20 Juz

Adnan Baihaqi, saat menerima sertifikat kelulusan 20 Juz dari Komisioner Baznas Jateng, Drs KH Hadlor Ikhsan, pada Haflah Khataman 20 Juz, di Aula MAJT.

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Perasaan haru, bahagia bercampur syukur diungkapkan Adnan Baihaqi, dalam Haflah Nisfussanah Khataman Alquran 20 Juz, yang diselenggarakan Pesantren Tahfidz Alquran MAJT-Baznas Jawa Tengah, Kamis 19 September 2024.

Haflah yang berlangsung di Aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), dihadiri Ketua Baznas Jateng, Dr KH Ahmad Darodji MSi beserta jajarannya, para ketua Baznas kabupaten/ kota se-Jawa Tengah, pimpinan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) serta segenap pengurus Pesantren. Dalam haflah tersebut Adnan Baihaqi, diberi kesempatan menyampaikan testimoni.

Baca juga: Sabet Tiga Emas, Sepak Takraw Jateng Lampaui Target di PON XXI

Pemuda asal Brebes, kelahiran 6 September 1998 ini, bertutur tentang tekadnya menjadi santri. Kini dia dinyatakan lulus ujian hafalan 20 juz dengan kategori hafalannya kuat. Seangkatannya juga ada yang lulus hafalan 20 juz dalam tempo sama. Haflah tersebut selain untuk khataman 20 juz, juga untuk 5, 10 dan 15 juz.
"Saya termasuk angkatan pertama di Pesantren ini, sejak 11 Januari 2023, hafalan masih nol dan kini lulus 20 juz lewat ujian yang ketat. Saya rasanya ingin menangis haru, bahagia dan bersyukur. Tekad saya tahun depan harus khatam 30 juz secara mutqin (hafalannya kuat-red)," obsesinya terbata-bata.


Dia mengaku sangat bersyukur dapat nyantri khataman Qur’an di pesantren ini. Rasanya betah dan semangatnya tinggi dalam menjalani pendidikan. Mengingat, seluruh pengasuh Tahfidz bereputasi hafidz yang mutqin, bahkan levelnya internasional.
"Semua organ menunjukkan kesungguhan dan bahu membahu dalam menggembleng kami," tutur putra pasangan Sairon dan Alfiyah ini.

Baca juga: Sabet Tiga Emas, Sepak Takraw Jateng Lampaui Target di PON XXI

Adnan menilai Pesantren Tahfidz Alquran MAJT-Baznas ini, sebagai pesantren istimewa. Tugas utama santri hanya belajar dan menghafal. Belajar yang dijalani, diantaranya, setiap hari wajib mengikuti kajian kitab kuning tematik yang diambil dari berbagai kitan termasyur, diasuh oleh para ulama sepuh.

Kemudian semua santri wajib mengikuti perkuliahan di Universitas Wahid Hasyim Semarang dan melaksanakan salat rawatib berjemaah 5 waktu. Untuk hafalan, setiap hari dua kali diasuh para musrif yang membimbing hafalan dan wajib setor hafalan kepada para imam MAJT yang semuanya hafidz bereputasi internasional.

Adnan mengaku nyaman selama nyantri di MAJT-Baznas, karena tidak mengeluarkan biaya, semua serba beasiswa. Bahkan setiap bulan rutin masih mengantongi living cost Rp 800.000 untuk operasional santri.
Biaya nyantri setiap bulan sebesar Rp 2 juta, ditanggung Baznas asal santri. Para santri statusnya penugasan dari Baznas daerah. Dari Rp 2 jutatersebut, sebesar Rp 800.000 diterima santri sebagai living cost.

Baca juga: Jateng Tangguh di Cabang Woodball PON, Sandang Juara Umum

Semua santri kuliah di Unwahas pada Program Studi Ilmu Ekonomi Syariah, juga gratis hingga lulus S1. Biaya kuliah 50 persen ditanggung Baznas Provinsi dan 50 persen beasiswa dari Unwahas.


"Maka sepatutnya saya berterima kasih tiada terhingga kepada semua pihak, baik Baznas, MAJT, pengurus Pesantren, juga imam, dan musrif yang menggembleng dan memasilitasi kami sebagai santri maupun mahasiswa dengan serba gratis," tandas Adnan.

Masih Ada Kuota

Direktur Pesantren Dr KH Muhammad Syaifudin, MA, Alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, menjelaskan, jumlah santrinya di Pesantren yang dipimpinnya baru 35 orang.

Sedangkan kapasitas santri mencapai 70 orang, maka Pesantren ini masih menerima calon santri baru, dengan catatan mendapat penugasan dari Baznas asal daerahnya.

Pesantren yang berdiri sejak Januari 2023 ini, mengarahkan alumnusnya untuk cakap menjadi imam di masjid-masjid agung, di kabupaten kota, serta memiliki wawasan keagamaan dan intelektual yang memadai. (Aji)