LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Paslon Gubernur Nomor Urut 2 Mirza-Jihan silaturahmi dengan para wartawan senior dan pimpinan media di RM Golden Dragon, Jl. Yos Sudarso, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandarlampung, Senin (29/10/2024).
Mirza atau lengkapnya Rahmad Mirzani Djausal (RMD) memohon maaf karena baru bisa bertemu dengan wartawan senior dan pimpinan media. "Seharusnya awal-awal ya," katanya didampingi Jihan Nurlela Chalim dan Om Bach.

Sebetulnya, Kyay Mirza dan Om Bach atau lengkapnya Bachtiar Basri, ketua Tim Pemenangan Terpadu Mirza-Jihan sudah familier dengan para wartawan yang hadir sehingga pertemuan dalam suasana penuh kehangatan.
Sama dengan pendapat Mirza, Jihan yang selalu diberi kesempatan ikut menyapa wartawan mengatakan bahwa pers merupakan mitra penting dan strategis bagi pihaknya untuk menyebarkan informasi positif.
Namun, pasangan calon nomor urut dua ini tetap menerima kritik sebagai masukan buat perbaikan langkah-langkahnya kedepan. Jika mendapatkan amanat pemimpin kelak, pers menjadi bagian penting dalam roda pembangunan Lampung, kata Kyay Mirza.
Hadir pada pertemuan tersebut, Mantan Ketua PWI Lampung Ahmad Rio Dikari, Herman Batin Mangku dari Helo Indonesia, Adu dan Faiza dari RMOL Lampung, Anca dari Radar, Juniardi dari Sinar Lampung, Iskandar dari Lampung Post, Amir dari Lampung Pro, Abung dari Analisis, Medinas, dan masih sederet pimpinan media lainnya.
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban dan keterbukaan membahas visi dan misi kedua pasang calon kepala daerah itu. Kyay Mirza yakin bisa meningkatkan PAD sebagai modal buat pembangunan Lampung agar lebih baik lagi.
Dia juga memaparkan strateginya buat peningkatan kesejahteraan rakyat lewat regulasi-regulasi yang prorakyat, antara lain terkait pengelolaan tambang. Presiden Prabowo akan berada di pihak penambang-penambang rakyat agar perputaran ekonomi meningkat di masyarakat.
Masih banyak potensi yang dapat dikembangkan secara nasional bahkan internasional demi kemajuan Provinsi Lampung. Dia juga mengulas satu per satu pertanyaan para wartawan senior soal strategi Mirza-Jihan jika terpilih kelak.
Masih banyak yang diulas dalam pertemuan yang penuh keakraban tersebut. Sampai-sampai, ketika hendak pulang, Kyay Mirza masih melayani dengan santun para wartawan yang doorstop. (Hajim)
