Helo Indonesia

Dr Junaidi Beri Kuliah Umum di UiTM Malaysia Bahas Politik Hukum Perundangan

Sabtu, 14 Desember 2024 07:36
    Bagikan  
Dr Junaidi Beri Kuliah Umum di UiTM Malaysia Bahas Politik Hukum Perundangan

Wakil Rektor III USM Muhammad Junidi bersama mahasiswa UiTM Malaysia

SELANGOR, HELOINDONESIA.COM - Wakil Rektor III Universitas Semarang (USM), Dr Muhammad Junaidi SHI MH menyampaikan Kuliah Umum tentang Politik Hukum Pembentukan Peraturan Perundang-undangan di Universitas Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam Selangor, Malaysia, pada Jumat 13 Desember 2024.

Kuliah umum diikuti 25 mahasiswa Fakultas Perundang-undangan UiTM.

Kegiatan dibuka Dr Nor Akhmal Hasmin, Pensyarah Undang-Undang, Pusat Asasi UiTM.

Baca juga: Jalan Jadi Sempit, Gerobak Pedagang dan Lapak Cat Duko Kuasai Trotoar dan Bahu Jalan

Dalam materinya, Junaidi menekankan kebijakan pembentukan peraturan perundang-undangan haruslah menekankan adanya adopsi nilai-nilai kesadaran hukum masyarakat.

Pembentukan peraturan tidaklah boleh mengandung kesewenang-wenangan kekuasaan pemerintah.

''Pemerintah dalam berpolitik haruslah menempatkan kewenangan dalam membentuk peraturan merupakan sarana dalam mengformilkan kesadaran dalam bentuk budaya hukum masyarakat,'' katanya.

Dalam kegiatan terdapat hal yang menarik dari pertanyaan peserta yakni Ashraf, yang menannyakan tentang hukum adat menjadi instrument hukum dalam sistem hukum suatu negara.

Menurut Junaidi, hukum adat sangat potensi lebih mudah menjadi norma peraturan yang berlaku dalam sebuah negara.

''Tapi problematikanya apakah bisa disahkan dalam bentuk peraturan jika kepentingan politik tidak megesampingkan eksistensinya,'' ujarnya.

Baca juga: Kawan Seperjuangan se-Indonesia Kumpul, Andi Arief Menahan Rindu di India 

Junaidi berharap, kuliah umum ini dapat menjadi wawasan baru kerja sama Universitas Semarang dengan perguruan tinggi luar negeri.

Selain itu eksistensi tenaga pengajar Universitas Semarang bukan hanya diakui di negaranya sendiri, tetapi juga dibutuhkan dalam pengembangan hukum di kancah internasional. (Aji)