SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Kirana Putri Faiza dari SMA Negeri 7 Semarang tampil sebagai juara 1 dalam Lawphoria yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Semarang (USM) di Auditorium Ir Widjatmoko Universitas Semarang, pada Kamis 30 Juli 2026.
Juara II diraih pasangan Zahra Emira Yasmin dan Sabhira Syahda Mecca dari SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang, sedangkan posisi ketiga ditempati Siti Aisyah dari SMK Negeri 7 Semarang.
Kegiatan yang mengambil tema ''Penguatan Identitas Budaya di Tengah Arus Globalisasi: Peran Hukum dan Generasi Muda'' itu diikuti 150 peserta SMA/SMK/MA Sederajat Se-Jawa dan Mahasiswa aktif Fakultas Hukum Universitas Semarang.
Baca juga: Wajah Baru Stasiun Tawang: Saat Warisan Sejarah Bertemu Modernitas dan Ketangguhan
Kegiatan talkshow menghadirkan 3 narasumber, yaitu Dosen Fakultas Hukum Universitas Semarang Helen Intania Surayd SH MH CPL, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Semarang Amelia Virda Cahyantika, serta Putri Kebaya Indonesia Salsabilla Diana Putri.
Ketua Panitia, Khaylila Tikal Bayina berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan Fakultas Hukum Universitas Semarang kepada pelajar SMA/SMK/MA sederajat kepada masyarakat khususnya para siswa SMA.
''Kegiatan Lawphoria 2026 ini diikuti 10 perwakilan finalis terbaik dari SMA/SMK/MA se-Jawa. Kami berharap, melalui kegiatan ini FH USM lebih dikenal oleh para pelajar SMA dan SMK Sederajat,'' ujar Khaylila.
Sementara itu, Gubernur BEM FH Universitas Semarang, Rike Descin Tiara berharap, kegiatan itu dapat meningkatkan kesadaran atas pentingnya melestarikan budaya.
''Kami berharap, melalui tema ini dapat memberikan pemahaman terhadap generasi muda akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia, serta memahami peran hukum sebagai sarana perlindungan terhadap kebudayaan bangsa,'' ungkapnya.
Dekan Fakultas Hukum USM, Dr Amri Panahatan Sihotang mengatakan, tema kegiatan itu menarik untuk diangkat.
Dia berharap, kegiatan tersebut bisa meningkatkan kesadaran generasi muda untuk menjaga dan melestarikan budaya yang sudah ada.
''Kami berharap, melalui tema yang diangkat pada Lawphoria tahun ini, generasi muda tidak pernah lupa untuk melestarikan budaya bangsa yang sudah ada, terutama budaya unggah-ungguh, toleransi, dan gotong-royong yang sekarang ini mulai pudar. Selain itu juga memahami peranan hukum sebagai alat pelindung budaya. Semoga talkshow Lawphoria ini dapat memberikan manfaat bagi para peserta yang mengikuti,'' kata Amri. (Aji)
