Helo Indonesia

Salah, Harimau Putri Sentani dan Batua Dikerangkeng di Lembah Hijau

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Jumat, 20 Desember 2024 09:25
    Bagikan  
HARIMAU
Helo Lampung

HARIMAU - Almuheri Alipakai dan Edy Karizal (Kolase Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Jaring Kelola Ekosistem Lampung (JKEL) melihat tak benar harimau betina yang baru tertangkap dalam kawasan TNBBS dikerangkeng di Kebun Binatang Lembah Hijau, Jl. Raden Imba Kesuma Ratu, Tanjungkarang Barat, Kota Bandarlampung, Jumat (13/12/2024).

"Salah, harimau TNBBS yang jadi korban perangkap dalam kawasannya bukannya mendapatkan pertolongan (rehabilitasi) untuk dilepasliarkan malah dikerangkeng di Lembah Hijau," kata Ir. Almuhery Ali Paksi dari Yayasan Masyarakat Hayati Indonesia (YMHI), Jumat (20/12/2024).

Almuheri, koordinator JKEL yang beranggotakan para penggiat lingkungan hidup senior, yakni Ir. Edy Karizal dari LK 21; Veri Iwanstiawan, S.Si dari ALAS Indonesia; Julian Manaf, SE dari MEPEL; Fajar Soemantri dari Fanthera Raflesia, dan Fikri Azali, ST dari YFMI.

Menurut mereka, upaya pem-breending-an hewan liar di luar habitatnya justru dapat semakin menuju pelemahan hingga kepunahan karena hewan tersebut menjadi kehilangan sifat aslinya. JKEL mempertanyakan nasib harimau betina yang hendak dikawinkan dengan Batua di Lembah Hijau. 

Veri Iwan Stiawan, S.Si (VIST) mengatakan salah besar Kebun Binatang Lembah Hijau ditunjuk utk menyelamatkan harimau dengan embel-embel tempat rehabilitasi dengan status kelembagaan yang tidak terbuka ke publik. "Apakah benar dan layak Lembah Hijau sebagai tempat rehabilitasi? " tanyanya.

Padahal, menurut penggiat pelestarian harimau sumatera (Phantera tigris sumaterae) ini, dari tahun 2007/2008, pihak kehutanan sudah memiliki Pusat Rehabilitasi Satwa Khusus Harimau Sumatera dan telah beberapa kali melakukan pelepasliaran.

"Sungguh tanda tanya besar, ada maksud apa Putri Sentani (nama harimau betina yang baru tertangkap) dikirim ke Lembah Hijau, why?" tanyanya.

Menurut Ir. Edy Karizal, harimau sumatera yang benar dikembalikan ke habitatnya. "Apapun alasannya lebih baik dia mati di alam dari pada menderita di tempat yang tidak semestinya dengan polesan alasan apapun," tandasnya.

Di Kebun Binatang Lembah Hijau, ada harimau yang terjerat pada pertengahan tahun 2019. Harimau yang kemudian dinamakan Batua itu walau sudah lama pulih luka di tangannya akibat jeratan masih dalam kerangkeng kebun binatang tersebut hingga kini (HBM)




 -