Helo Indonesia

10th Komukino Fest 2024, Upaya USM Lestarikan Budaya Jateng

Jumat, 20 Desember 2024 09:53
    Bagikan  
10th Komukino Fest 2024, Upaya USM Lestarikan Budaya Jateng

Farid Aly Ikhwan (kanan) dari Disporapar Jateng bersama penerima penghargaan Desa Wisata Terbaik Komukino Award 2024

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -  Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) menyelenggarakan 10th Komukino Fest 2024 dengan tema ''Jateng Bungah'' di Auditorium Ir Widjatmoko dan Auditorium Prof Muladi Gedung Menara USM pada Kamis 19 Desember 2024.

Kegiatan yang mengangkat budaya Jawa Tengah itu dihadiri oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pengembangan SDM Parekraf Dinas Kepemudaan, Farid Aly Ikhwan SSTP MSi, Wakil Dekan I FTIK USM, Fajriannoor Fanani, SSos MIKom., Kaprodi Ilkom USM, Edi Nurwahyu Julianto SSos MIKom., serta para dosen ilmu komunikasi USM.

Baca juga: Basarnas Semarang Turunkan 144 Personel dan Alut Hadapi Libur Nataru

Ketua Komukino 2024, Daniel Kukuh Wibisono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tugas akhir dari beberapa mata kuliah di prodi ilmu komunikasi USM.

''Kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi dari ilmu yang kami dapatkan selama satu semester ini. Tentu salah satu tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya anak muda agar tidak meninggalkan dan melupakan budaya lokal Jawa Tengah,'' kata Daniel.

Komukino diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya festival kuliner yang menghadirkan bermacam-macam inovasi makanan tradisional dari masing-masing karesidenan seperti Pati, Surakarta, Kedu, Semarang, Pekalongan, hingga Banyumas.

Adapun pagelaran budaya, kompetisi kreatif, hingga Komukino Award yang melombakan desa wisata terbaik di Jawa Tengah, jatuh kepada Desa Wisata Sendangsari.

Kurang Berminat

Farid Aly Ikhwan dari Disporapar Jateng yang membuka acara mengatakan, kaum muda sekarang kurang berminat dengan budaya tradisional. Hal ini bertolak belakang dengan zaman dahulu yang menjadikan budaya tradisional erta dalam kehidupan sosial.

''Asumsinya bahwa budaya yang kita miliki tetap eksis tapi dapat diterima oleh generasi saat ini. Saya berharap Festival Komukino yang sudah berjalan ke-10 ini bukan hanya menjadi festival saja, tapi juga menjadi satu hal yang menjadi bekal para mahasiswa untuk terjun ke dunia usaha pascamenyelesaikan kuliahnya,'' tegasnya.

Baca juga: Launcing TTIS, Bupati Kendal Ingatkan Perang Melawan Judi Online

Hal senada diungkapkan Wakil Dekan I FTIK USM, Fajriannoor Fanani SSos MIKom. Menurutnya, pihaknya bangga dan mengapresiasi para mahasiswanya yang telah menggelar acara tahunan.

''Bangga sekali, apalagi saya mengikuti dari awal pendirian Komukino sampai sekarang, dan kita konsisten walaupun sempat vakum karena pandemi. Sebelum itu, kegiatan ini juga digelar di luar, salah satunya Kota Lama. Tapi walaupun belum ke luar lagi, tapi acara ini tetap ramai, menarik, dan konsisten juga dengan visi kita yaitu ingin ikut melestasrikan budaya Jateng,'' ucapnya.

Fajri menambahkan, beberapa tugas akhir bagi mahasiswa prodi ilmu komunikasi USM ialah membuat kegiatan sebagai ajang pembelajaran.

''Tentu itu sangat penting, karena level pembelajaran yang tinggi bukan hanya mahasiswa paham secara teori tapi juga praktek langsung di lapangan. Jadi mereka bisa merasakan bagaimana menjalankan apa yang telah didapat di bangku kuliah yang itu tidak akan didapatkan kalau diajarkan secara klasikal di kelas,'' ungkap Fajri. (Aji)