Helo Indonesia

Rajaban Astana Kuntul Nglayang, Warga Protokulon Arak Gunungan ke Makam Pangeran Juminah

Kamis, 2 Januari 2025 21:07
    Bagikan  
Rajaban Astana Kuntul Nglayang, Warga Protokulon Arak Gunungan ke Makam Pangeran Juminah

Warga Dukuh Protokulon Desa Promulyo Kendal saat mengarak gunungan dalam acara Rajaban Astana Kuntul Nglayang. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Warga Dukuh Protokulon, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berbondong-bondong mengikuti karnaval Rajaban Astana Kuntul Nglayang di makam Panembahan Pangeran Juminah, Kamis 2 Januari 2025.

Berbagai macam gunungan seperti hasil bumi, sayur mayur, buah-buahan, jajanan pasar dan tumpengan di arak mengelilingi dukuh Protokulon. Sebelum nantinya diperebutkan warga.

Baca juga: Haqqul Yaqin, Healing Journey Akan Mampu Mengundang Minat Wisatawan Mancanegara

Rajaban Astana Kuntul Nglayang ini merupakan kegiatan keagamaan rutin yang diselenggarakan setiap tahun pada malam Jumat Kliwon di bulan Rajab oleh warga Dukuh Protokulon Desa Protomulyo sebagai wujud syukur dan nguri-uri budaya leluhur.

Ketua panitia Rajaban, Prabowo Sumiarto, mengatakan, tradisi Rajaban Astana Kuntul Nglayang sudah turun temurun dilakukan warga Dukuh Protokulon. Adapun arak-arakan dimulai dari lapangan badminton Protokulon RT 2 RW 1, kemudian menyusuri Dukuh Protokulon menuju ke Pendopo Makam Pangeran Juminah dengan jarak kurang lebih 3 kilometer.

"Ini adalah acara rutin tahunan bulan Rajab yang diselenggarakan warga pada malam Jumat Kliwon sebagai wujud syukur kita karena pernah dikirim kan Pangeran Juminah untuk menata Kawasan Kaliwungu ini," terang Prabowo.

Doa Bersama

Dijelaskan dia, setelah diarak, kemudian warga melakukan doa bersama dan tahlil di makam Pangeran Juminah. Kemudian acara dilanjutkan potong tumpeng dan rebutan gunungan.

"Setelah finish kita tahlil dan berdoa, kemudian gunungan kita bawa keluar untuk direbutkan. Ada filosofinya mereka yang tua berdoa didalam dan potong tumpeng untuk mendoakan anak-anak mereka dan anak-anak memperebutkan gunungan diluar," jelasnya.

Baca juga: Ketua Dewan Pers Pertama di Era Reformasi Atmakusumah Astraatmadja Wafat

Prabowo berharap, tradisi Rajaban Astana Kuntul Nglayang ini bisa terus dilestarikan dan dapat mendongkrak pariwisata religi di Kabupaten Kendal.

"Awal mula kirab ini, tadinya warga hanya datang tahlil rebutan jajan pasar dan sebagainya tanpa terkoordinir. Dan 10 tahun yang lalu kita konsep ada arak-arakan. Dimana ini diharapkan jadi aset bagi Kabupaten Kendal karena Pangeran Juminah juga tercantum di babad tanah Kendal," pungkasnya. (Anik)