Helo Indonesia

Banjir Bandang dan Longsor di Pekalongan, 17 Orang Tewas dan 9 Hilang

Rabu, 22 Januari 2025 05:41
    Bagikan  
Banjir Bandang dan Longsor di Pekalongan, 17 Orang Tewas dan 9 Hilang

Petugas Basarnas saat mengevakuasi korban meninggal akibat longsor di Pekalongan. Foto: basarnas smg

PEKALONGAN, HELOINDONESIA.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan pada siang hingga petang 20 Januari 2025, mengakibatkan banjir bandang dan longsor di Desa Kasimpar Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Akibatnya 17 orang tewas, 13 luka-luka dan 9 orang masih dalam pencarian.

"Kami menerima info adanya longsor yang memakan korban di desa Kasimpar pada Selasa pagi dan langsung kami kirimkan 3 tim dari Kansar Semarang, Pos SAR Wonosobo dan Unit Siaga Pemalang," terang Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, dalam keterangannya Selasa 21 Januari 2025.

Baca juga: Bupati Dico Ajak Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Rumah Dinas

Masih berdasarkan keterangan dari Budiono, sebenarnya untuk korban dari Desa Kasimpar sendiri tidak terlalu banyak sekitar sembilan orang yang dilaporkan hilang dan sebagian besar sudah ditemukan.

Namun, justru yang banyak adalah korban dari orang-orang yang sedang melintas dan berteduh di rumah seorang Carik (sekretaris desa) dimana rumah tersebut juga tersapu longsor. Selain itu longsor juga menimpa sebuah kafe yang cukup penuh pengunjung dan juga sebuah pemancingan.

"Data sementara yang kami himpun ada 17 yang meninggal dunia, 13 luka-luka dan 9 dalam pencarian. Namun data tersebut masih bisa berkembang mengingat daerah longsoran merupakan area lintasan Pekalongan Dieng sehingga dimungkinkan ada pengguna jalan yang tertimpa longsor, dan juga pengunjung kafe serta yang berteduh di rumah Pak Carik,'' imbuh Budiono.

Diserahkan ke Keluarga

Untuk korban meninggal saat ini seluruhnya sudah diserahkan ke pihak keluarga. Sedangkan yang luka-luka sudah dirawat di RSUD Kajen untuk yang luka parah, dan yang luka ringan dirawat di Puskesmas Petungkriyono.

Baca juga: Banjir di Demak Genangi 500 Hektar Sawah dan 1.006 Rumah, Imbas Dua Tanggul Jebol

Saat ini pencarian oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Organisasi SAR dan masyarakat sekitar dengan total kurang lebih 300 personil dihentikan sementara mengingat cuaca sudah gelap dan hujan juga masih turun dengan intensitas yang cukup deras.

"Sementara operasi SAR kami hentikan mengingat kondisi lokasi sudah gelap sehingga pencarian tidak efektif dan akan kami lanjutkan besok pagi. Untuk pencarian besok akan masih dilakukan di sekitar area longsor. Besok juga kami akan mengerahkan drone thermal dan juga unit anjing SAR. Semoga besok cuaca cerah dan tim dimudahkan dalam melakukan pencarian,'' pungkas Budiono. (Aji)