KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Dugderan sudah menjadi tradisi bagi sebagian umat Islam dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadan. Seperti tahun sebelumnya tradisi dugderan juga dilaksanakan di Masjid Agung Kendal, 28 Februari 2025.
Rangkaian kegiatan tradisi dugderan di Masjid Agung Kendal meliputi doa dan nyekar wallyullah, penampilan kesenian dan lagu religi, pemukulan bedug, dan karnaval syiar Ramadan.
Baca juga: Wakaf Literasi, Empat Buku Karya Khafid Sirotudin Diluncurkan
Ketua Takmir Masjid Agung Kendal yang sekaligus juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal, KH Asroi Tohir menjelaskan, tradisi dugderan ini merupakan bentuk kegembiraan umat Islam di Kabupaten Kendal dalam menyambut bulan puasa.
"Bulan Ramadan itu adalah bulan yang dimuliakan. Dugderan ini ekspresi rasa gembira menyambut ramadan. Ini sesuai hadist nabi bahwa siapa yang merasa bergembira menyambut datangnya ramadan maka Allah akan membebaskannya dari jilatan api neraka. Nah hadist ini menginspirasi, makanya ada megengan, dugderan," ujar KH Aroi Tohir.

Ia menyampaikan, selain dugderan, Masjid Agung Kendal juga digelar bazar kuliner Ramadan di halaman masjid setiap hari selama bulan puasa dengan menggandeng para pelaku UMKM sekitar.
"Kita juga tawarkan kepada teman-teman UMKM untuk beejualan jajanan dan makanan untuk berbuka puasa selama ramadan, kita sediakan tenda," ungkapnya.
Baca juga: Ada Kampung Inggris di DLas Serang, UMKM dan Pelaku Wisata Dilatih Berbahasa Asing
Terpisah, Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kendal, Ahmad Syahrul Falah mengatakan, tradisi dugderan di Masjid Agung Kendal ini menjadi menjadi salah satu upaya dalam rangka mempromosikan pariwisata di Kendal, khususnya wisata religi.
"Sehingga, selain menonton dugderan, warga masyarakat juga bisa melihat kemegahan salah satu ikon Kabupaten Kendal, yakni Masjid Agung. Selain itu, juga bisa mempromosikan wisata religi karena di area Masjid Agung Kendal, terdapat makam Wali Joko," pungkasnya.(Anik)
